Mengelola Hati

Penulis sedang mengisi di hadapan Rismadin.

Seorang murid mengadu kepada gurunya, bahwa ada orang yang selalu saja menampakkan tidak suka kepadanya.

“Apakah kamu tetap baik kepadanya?” tanya sang guru.

“Sebagaimana nasihat Guru, saya tetap baik kepadanya,” jawab sang murid.

“Kalau begitu apa masalahnya? Urusanmu adalah berbuat baik kepadanya. Persoalan dia tidak berbuat baik kepadamu, itu bukan urusanmu, itu urusan ia dengan Tuhannya. Kamu resah itu gara-gara kamu memikirkan sesuatu yang bukan urusanmu,” sang guru berbicara pelan dan mengena di hati sang murid.

“Belum lama ini ia mengatakan yang tidak-tidak mengenai diri saya kepada teman-teman saya yang lain,” sang murid menuntaskan isi hatinya.

“Sekarang saya bertanya, kamu berbuat baik itu untuk dinilai orang-orang atau untuk dinilai Allah?” tanya sang guru.

“Tentunya untuk dinilai Allah,” jawab sang murid.

“Berarti sekarang tidak ada masalah, kan?” sang guru menuntun kepada kesimpulan.

Inggih, Guru, alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada masalah di hati saya. Matur nuwun sanget,” sang murid hatinya lega, serasa ingin menangis gembira, matanya berkaca-kaca, lalu mohon pamit sambil mencium tangan sang guru tercinta.

Demikianlah, Sob, semoga dialog singkat ini bermanfaat bagi kita bersama. Agar bisa mengelola hati. Agar selalu bahagia.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Bidang Pendidikan Rumah Tahfidz Masjid Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ihsan dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Mengelola Hati

  1. sunarno berkata:

    pengelolaan hati yang bersih, semoga bisa meskipun kadang terbersit sesuatu yang tak semestinya

  2. Titik Asa berkata:

    Mas, apa kabar?
    Sesuai dg pesan tulisan ini, semoga selalu bahagia.

    Salam dari saya di Sukabumi.

  3. ysalma berkata:

    Benar adanya ungkapan bahwa jika hati bersih, bersih jg semuanya ya, Pak.
    Begitu jg sebaliknya. Jaga hati untuk kesehatan diri.

  4. rynari berkata:

    Matur nuwun Ustadz. Belajar mengelola hati melalui artikel ini. Salam hormat.

  5. Winny Marlina berkata:

    Setuju Pak, harus baik meski kadang orang jahat

Tinggalkan Balasan ke sunarno Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s