Bila Ada Kekurangan Pada Pasangan

Penulis di acara pernikahan di Jombang, Jawa Timur.

Jika belum menikah, seseorang bisa saja menimbang-nimbang mau nikah dengan siapa ya? Si A atau si B? Kemudian keduanya dibanding-bandingkan kelebihan dan kekurangannya. Setelah mantap hati, seseorang lalu memutuskan untuk menikah.

Akan tetapi, bila sudah menikah, tak perlu membanding-bandingkan suami/istrinya dengan orang lain. Apalagi berandai-andai, coba kalo dulu menikah dengan dia. Lebih parah lagi bila pikiran membanding-bandingkan ini setelah bertemu dengan si mantan, misalnya. Baik bertemu secara langsung di arena reuni atau bertemu secara tidak langsung lewat media sosial.

Bagi yang tidak punya keyakinan yang baik dalam membangun rumah tangga, biasanya hal ini muncul setelah perjalanan pernikahannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, atau muncul konflik akibat perbedaan pendapat, hadirnya si mantan adalah bumerang baru. Apalagi setelah melihat si mantan semakin mempesona. Ia membuka-buka foto si mantan di media sosialnya.

Bila hal ini tidak dengan si mantan, karena memang tidak punya mantan, tak perlu pula membanding-bandingkan dengan teman kerja yang lebih perhatian, tampaknya kok lebih smart, masa depan lebih menjanjikan, dan seterusnya.

Sudahlah, duhai hati yang sedang berdiri di pinggir jurang bahaya dalam perjalanan rumah tangga, hal yang demikian sungguh tak perlu untuk dilakukan. Bila ingin rumah tanggamu berhasil dan bahagia, segera engkau bangun dengan pasangan sah yang sudah ada. Tinggalkan berandai-andai.

Bila ada kekurangan pada pasangan kita, bukan lalu mencari kelebihannya pada orang lain. Mestinya diperbaiki kekurangannya atau menutupinya dengan memandang kelebihannya. Lagi pula, ingat, saat kita memandang pasangan kita mempunyai kekurangan, jangan-jangan kita lupa bahwa kita pun mempunyai kekurangan di matanya.

Maka, mari kita lebih memandang kelebihannya saja pada pasangan kita. Sungguh, ini kunci penting dalam membangun rumah tangga antara suami dan istri agar senantiasa bahagia.

Salam hangat dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Bila Ada Kekurangan Pada Pasangan

  1. ysalma berkata:

    Jadi pengingat bagi yang banyak deretan mantan ini, pak.

  2. Yasinta Astuti berkata:

    Makasih pak pengingatnya

  3. Jombang
    Rumah mertua saya Pak Ustadz

  4. sunarno berkata:

    Tinggalkan berandai-andai
    cocok banget, berandai-andai bukanlah solusi, malah justru beban tersendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s