Memperteguh Keyakinan

Kaligrafi dan tanaman hias di Masjid Al-Munawwaroh (depan Kampus APMD), Yogyakarta.

Dalam al-Qur’an al-Karim, Allah Swt. telah berfirman yang artinya sebagai berikut:

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah….” (QS. Muhammad [47]: 19).

Kepada selain Allah Swt. barangkali seorang muslim tidak menyembah secara ritual sebagaimana kita menyembah-Nya. Tidak ruku’ dan sujud kepada selain Allah Swt. Tidak duduk bersimpuh kepada selain-Nya ketika meminta, berharap, atau menggantungkan masa depan.

Tetapi, bagaimana dengan sikap hati?

Sikap hati kita yang mendua, yang seakan-akan melupakan Allah Swt., atau bahkan beranggapan bahwa tidak ada peran Allah Ta’ala dalam usaha yang sedang kita lakukan, inilah masalah penting yang harus diperhatikan.

Keyakinan yang mendua, atau keyakinan yang tidak hanya kepada-Nya seperti tersebut bila dibiarkan akan berakibat yang sangat fatal, pelakunya menjadi musyrik. Keyakinan yang demikian betapa telah menghancurkan sendi-sendi akidah seorang mukmin.

Duh…, ya Allah Yang Maha Pengampun, semoga bukan demikian yang terjadi pada diri kami. Semoga semua ini hanya karena keyakinan kami yang lemah kepada Engkau. Maka, berilah kami kekuatan.

Sekali lagi, semoga itu semua hanya karena keyakinan kita yang lemah kepada Allah Swt. Meskipun, keyakinan yang lemah inilah yang pernah sangat dikhawatirkan oleh teladan kita dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah Muhammad Saw. Dalam sebuah kesempatan beliau pernah bersabda:

“Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku apabila: terlalu kenyang, kebanyakan tidur, malas, dan keyakinan yang lemah.” (HR. Daruquthni).

Keyakinan yang lemah kepada Allah Swt. akan membuat pelakunya sering tidak konsisten terhadap keyakinannya sendiri.

Misalnya, betapa kita telah meyakini bahwa Allah Swt. Maha Mengetahui, apa pun itu, terbuka maupun tertutupi. Tetapi, mengapa ketika kita melakukan perbuatan dosa seakan-akan kita lupa bahwa Allah Maha Mengetahui terhadap semua perilaku kita, bahkan desir lembut suara hati kita.

Mengapa keyakinan kita bahwa Allah Maha Mengetahui itu tidak membuat kita malu ketika berbuat dosa; padahal Allah mengetahui hal itu.

Inilah sebuah keyakinan yang lemah. Sungguh, kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari sifat dan tingkah laku yang demikian.

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Iman dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Memperteguh Keyakinan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Peringatan ringkas yang sungguh membekas hati. Jika hati lemah dan iman berkurang sudah pasti rasa yakin diri kepada Allah juga lemah sehingga tidak mempedulikan kekuasaan Allah dan hidayah yang hadir setiap masa di depan mata. Pengharapan kepada Allah juga tidak dipedulikan malah dikatakan Allah tidak adil memperlakukan hidupnya sedemikian.

    Maka kita selalu melihat betapa manusia yang tidak yakin dengan Allah, sangat rapuh amalan agamanya dan selalu melanggar perintah Allah. Sifat takutnya sudah hilang sehingga perkara maksiat dan mungkar menjadi sebati dalam dirinya. Wal’iya zubillahi minzalik. Semoga kita dilindungi Allah SWT.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

  2. Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh

    Iya, Mbak Fatimah, itulah betapa penting iman bagi kita. Betapa keyakinan yang kuat menjadikan kita dekat dan tergantung dalam segala hal kepada Allah Swt. Semoga kita dikaruniai kekuatan iman oleh Allah Ta’ala.

    Terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, telah berkunjung kemari. Semoga kita senantiasa dalam rahmat-Nya.

    Salam dari Jogja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s