Memperpanjang Gerakan Sujud Menjelang Persalinan

Masjid Al-Muhtadin, Perum Purwomartani Baru, Kalasan, Sleman.

Pada saat seseorang menjalankan shalat, terutama ketika melakukan sujud, ini adalah saat di mana seorang hamba mempunyai kedekatan yang luar biasa dengan Allah Swt.

Kedekatan ini adalah kedekatan yang sangat personal; kedekatan antara orang mencintai dengan Dzat yang dicintainya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika seseorang yang akan menghadapi peristiwa besar, dalam hal ini adalah proses persalinan, memanfaatkan ibadah shalat ini dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya.

Kepada siapa lagi kita menyembah jika tidak kepada-Nya; kepada siapa lagi kita memohon kalau tidak kepada-Nya. Dia-lah Allah Swt. Dzat Yang Maha Menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya, termasuk menciptakan manusia dan memberikan segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya.

Maka, ketika kita menjalankan shalat adalah saat yang paling tepat untuk memasrahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.

Hal ini teramat penting karena proses persalinan adalah proses di mana seorang calon ibu meregang dalam jihad untuk menerima amanah-Nya. Sakit seorang calon ibu ketika melahirkan memang luar biasa. Namun, kesakitan itu kadang menjadi tidak begitu dirasakan lagi oleh karena rasa bahagia dalam menerima anugerah-Nya yang berupa kelahiran seorang anak.

Agar Semakin Dekat dengan Allah Swt.

Alangkah baiknya jika seseorang memperpanjang sujudnya, apalagi pada hari-hari terakhir menjelang persalinan. Sungguh, ini penting sekali agar seseorang semakin dekat dengan Allah Swt. Dzat Yang Menciptakan manusia, Yang Memberikan anugerah dan keselamatan. Inilah saat di mana seseorang diperkenankan meneteskan air mata demi mengharapkan anugerah kebaikan dari-Nya.

Betapa penting melakukan amalan ini, sehingga memperpanjang sujud ini perlu dilakukan tidak hanya bagi istri atau perempuan yang akan melahirkan, tetapi juga bagi suaminya. Pada saat sujud, suami dan istri dapat bersama-sama memohon pertolongan agar diberi kemudahan dalam melahirkan, anaknya normal dan sehat, ibu dan bayinya pun selamat.

Dalam hal menjadikan shalat sebagai cara untuk memohon pertolongan ini, marilah kita perhatikan firman Allah Swt. sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah [2]: 153.

Berdasarkan firman Allah Swt. sebagaimana tersebut, kita memang diperintahkan memohon pertolongan kepada Allah dengan menjalankan shalat. Dengan demikian, seseorang akan semakin dekat dengan-Nya; seseorang akan mendapatkan pertolongan dari-Nya. Sungguh, seberat apa pun persoalan bila Allah Swt. telah menolong akan menjadi mudah. Termasuk dalam proses persalinan, bila Allah telah memberikan pertolongan, sungguh tak ada lagi yang bisa membuatnya sulit.

Pembaca yang budiman, kepasrahan diri dan memohon pertolongan sepenuhnya kepada Allah Swt. dengan amaliah shalat yang seperti ini juga bermanfaat dalam membangun mental agar dalam menghadapi proses persalinan tidak cemas, tegang, maupun panik. Karena, seseorang telah memasrahkan segalanya kepada Allah Swt., dan ia pun mempunyai keyakinan bahwa Allah Swt. pun akan menolongnya.

Ditinjau dari Segi Kesehatan

Bila ditinjau dari segi kesehatan, setiap gerakan dalam shalat sudah barang tentu mempunyai manfaat yang besar bagi kesehatan. Dalam hal ini, bukan berarti saya mereduksi makna shalat yang agung dengan manfaat gerakan shalat dari sisi kesehatan. Namun, kita juga meyakini bahwa setiap kewajiban yang Allah Swt. perintahkan kepada kita memang bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Demikian pula dengan gerakan shalat; yang dalam kepentingan untuk persiapan menghadapi persalinan ini khusus dibahas mengenai gerakan sujud.

Ketika seseorang melakukan sujud, di samping bermanfaat sekali untuk kecerdasan karena pembuluh darah di otak terlatih menerima banyak pasokan oksigen, posisi jantung juga di atas kepala sehingga memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak, dengan demikian memacu kerja sel-selnya; juga bermanfaat sekali bagi seorang wanita yang akan melahirkan.

Pada saat sujud, beban tubuh bagian atas bertumpu pada lengan hingga telapak tangan. Gerakan ini membuat kontraksi pada otot dada. Dengan berkontraksinya otot dada secara teratur pada saat sujud, ini membuat tidak hanya bentuk payudara menjadi lebih indah, tetapi juga memperbaiki kelenjar air susu yang sungguh bermanfaat bagi sang bayi bila telah dilahirkan.

Manfaat selanjutnya dari gerakan sujud bagi perempuan yang akan melahirkan adalah otot-otot perut berkontraksi dengan baik saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini secara otomatis melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang sungguh hal ini sangat membantu dalam proses persalinan seorang perempuan.

Dengan demikian, seseorang yang akan melahirkan mempunyai napas yang panjang dan kemampuan untuk mengejan dengan baik. Sungguh, kesemuanya ini sangat diperlukan agar seseorang dapat melahirkan dengan normal dan mudah.

Demikian tulisan sederhana tentang pentingnya memperpanjang gerakan sujud ini dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Memperpanjang Gerakan Sujud Menjelang Persalinan

  1. alrisblog berkata:

    Bolehkah dalam sujud berdoa pakai bahasa Indonesia?

    • Berdoa dalam sujud atau sebelum salam ketika tasyahud akhir, para ulama bebeda pendapat, terutama selain doa yang ma’tsur, dalam hal ini termasuk doa dalam bahasa Indonesia: ada yang tidak membolehkan, ada pula yang membolehkan. Oleh karena itu, dalam rangka hati-hati, jika berdoa, saya lebih memilih berdoa dalam hati. Demikian, Mas Alris, wallahu a’lam.

      • Setuju dengan mas Amazzet. Boleh dalam bahasa sendiri mas Alris, tetapi di dalam hati kerana kita masih berada dalam solat. Tidak boleh melafazkan kata kecuali dalam bahasa Arab ketika sedang solat. Mudahan membantu.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Begitulah amalan saya sepanjang hamil hingga menjelang waktu bersalin. Rasa kedekatan dan pengharapan yang tinggi sentiasa ditumpahkan dalam tempoh tersebut. Alhamdulillah, sakit bersalinnya tetap ada namun dimudahkan Allah dan anak dalam keadaan yang baik serta selamat. Artikel ini amat berguna buat kita semua baik lelaki mahu pun wanita.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh

      Alhamdulillaah, semoga dikaruniai rahmat oleh Allah Swt. untuk senang bersujud kepada-Nya. Sungguh betapa kita butuh untuk melakukan shalat. Betapa kita butuh untuk berdekat-dekat dengan Allah Swt.

      Aamiin ya Allaah…

      Salam tadzim dari Jogja.

Tinggalkan Balasan ke alrisblog Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s