Shalat itu Ibadah Lahir dan Batin

Masjid Nurul Hidayah, Puluhdadi, Seturan, Sleman

Di dalam diri setiap manusia, setidaknya ada dua unsur yang utama, yakni lahir dan batin. Dua unsur utama ini semestinya dilibatkan dalam setiap ibadah apabila seseorang ingin sempurna keislamannya.

Secara syariat, orang yang mengerjakan shalat sesuai dengan syarat dan rukunnya, dimulai dari takbiratul ihram dan ditutup dengan salam, maka sudah sah hukumnya. Orang yang demikian berarti telah mengerjakan kewajiban shalatnya dengan benar. Syariat tidak akan menilai apakah ketika sedang shalat batin seseorang mengingat Allah atau tidak.

Membahas masalah ini, yakni melibatkan unsur batin atau kesadaran dalam beribadah, memang tidak ditemukan di dalam buku-buku fiqh ibadah. Hal ini karena masalah batin memang bukan bagian dari pembahasan syariat, melainkan pokok utama dalam pembahasan hakikat. Akan tetapi, membahas dan memperhatikan hal ini tentu penting agar shalat yang kita kerjakan tidak sekadar perbuatan lahir saja, melainkan juga perbuatan batin.

Betapa penting memerhatikan masalah batin ini. Itulah kenapa rukun yang pertama di dalam shalat adalah niat. Kita semua mengetahui bahwa niat adalah perbuatan batin. Apabila lahir (mulut) mengucapkan niat shalat sebelum takbiratul ihram, sesungguhnya itu hanyalah upaya untuk menuntun batin agar tidak lupa untuk berniat ketika akan menunaikan ibadah shalat. Secara hakikat, berarti niat adalah upaya pertama yang diajarkan oleh Nabi Saw. agar seseorang membangun kesadarannya ketika sedang mengerjakan shalat.

Berkaitan dengan niat ini, Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung dari niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya….” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengerjakan shalat tidak hanya lahirnya saja, namun juga melibatkan batin, ini adalah upaya yang dapat kita lakukan agar shalat kita benar secara syariat, namun juga baik secara batin. Agar yang shalat bukan hanya seluruh anggota dari tubuh kita secara lahir, melainkan juga hati kita.

Agar Shalat Khusyuk

Melibatkan batin atau kesadaran ketika shalat adalah upaya agar kita dapat mengerjakan shalat dengan khusyuk. Sungguh, betapa penting khusyuk ini karena merupakan syarat bagi orang yang beriman agar memperoleh keberuntungan. Mengenai hal ini, marilah kita perhatikan firman Allah Swt. sebagai berikut:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minûn [23]: 1-2).

Shalat adalah sebuah ibadah yang utama di dalam Islam. Shalat merupakan ibadah yang khusus karena di dalam shalat seseorang membangun hubungan yang sangat personal antara dirinya dengan Tuhannya. Shalat juga merupakan ibadah yang istimewa karena di dalam shalat seorang hamba berkomunikasi dengan Tuhannya. Sungguh, ibadah yang demikian sangat memerlukan batin atau kesadaran seseorang. Bagaimana terjadi sebuah hubungan yang baik jika seseorang tidak menyadari kalau dirinya sedang menjalin sebuah hubungan.

Ya, mengerjakan shalat adalah upaya seorang hamba dalam menjalin hubungan dengan Allah Swt. Di dalam shalat seorang hamba bisa menemukan sebuah hubungan yang sangat dekat dengan Allah Swt. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:

“Saat terdekat bagi seorang hamba kepada Rabbnya adalah pada saat ia bersujud.” (HR. Muslim).

Hanya seorang hamba yang mengerjakan shalat dengan melibatkan batin atau kesadarannya yang bisa merasakan kedekatan dengan Rabbnya.

Buah dari Shalat

Berkaitan dengan membangun kesadaran ini, penulis sering mendapat pertanyaan tentang firman Allah Swt. dalam surat Al-Ankabût ayat 45 yang berbunyi, “…Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar….” Akan tetapi, pertanyaannya, kenapa masih banyak orang yang mengerjakan shalat, ternyata perbuatannya keji dan mungkar, misalnya tidak baik dengan tetangga atau bahkan melakukan tindakan korupsi.

Di sinilah sesungguhnya, sangat penting bagi seseorang untuk membangun kesadaran di dalam shalatnya. Mengerjakan shalat tidak hanya melibatkan seluruh anggota tubuh secara lahir saja, melainkan juga membangun kesadaran batin bahwa dirinya sedang shalat; bahwa dirinya sedang menghadap Allah Swt. Seorang mushalli (pelaku shalat) yang demikian insyâ Allâh akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.

Berkaitan dengan pentingnya mengerjakan shalat dengan kesadaran ini, marilah kita perhatikan firman Allah Swt. sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan….” (QS. Al-Nisâ [4]: 43).

Firman Allah Swt. sebagaimana di atas memang melarang orang yang dalam keadaan mabuk untuk mengerjakan shalat. Sebagaimana kita ketahui, orang yang mabuk tidak mempunyai kesadaran terhadap apa yang dilakukan maupun yang diucapkannya.

Dengan demikian, orang yang sedang tidak mabuk atau dalam keadaan sadar semestinya dapat melakukan shalat dengan penuh kesadaran terhadap apa yang ia lakukan dan ucapkan. Shalat yang dibangun dengan kesadaran yang baik akan membuat pelakunya tidak hanya khusyuk di dalam shalat, akan tetapi kelakuannya di luar shalat akan menunjukkan akhlak yang baik sebagai orang yang mengerjakan shalat. Sungguh, inilah di antara buah dari shalat yang ia kerjakan: akhlak yang baik.

Lebih dari itu, shalat yang dibangun dengan kesadaran batin akan membuat pelakunya merasakan ketenangan hati. Sungguh, hal ini merupakan kebahagiaan yang besar dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, betapa penting membangun kesadaran batin di dalam shalat. Demikian pula semestinya dalam ibadah-ibadah yang lainnya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhamin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ibadah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s