Persiapan Menghadapi Persalinan

persiapan-menghadapi-persalinan-banyak-berdoa-shalat

Masjid Jami’ Baiturrahim, Sopalan Sabo, Maguwoharjo, Sleman.

Pada beberapa hari sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), biasanya pasangan suami istri mengalami perasaan cemas, atau bahkan tegang. Perasaan ini biasanya terjadi terutama pada pasangan muda atau baru melahirkan untuk pertama kalinya.

Hal ini bisa dikatakan wajar, sebab proses melahirkan adalah proses di mana seorang ibu mengalami rasa sakit yang amat sangat. Bahkan, pada proses persalinan inilah seorang ibu mempertaruhkan nyawanya.

Menghadapi hal yang demikian, di samping mempersiapkan segala hal persiapan persalinan yang bersifat fisik, seperti popok, pakaian bayi, pakaian ganti sang ibu, dan lainnya, hal yang tak kalah penting adalah persiapan secara mental.

Bagi pasangan suami istri sangat perlu untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah Swt. Saat-saat seperti inilah penting untuk lebih banyak berdoa lagi, apalagi seusai shalat. Pada saat seperti ini juga penting untuk memperbanyak membaca al-Qur’an.

Hal ini penting untuk membangun keyakinan agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar; ibu dan anaknya pun selamat.

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Persiapan Menghadapi Persalinan

  1. zaenudin berkata:

    memang persiapan mental juga perlu ya, apalagi pasangan muda yang notabene belum punya pengalaman gimana cara ngurus anak dan hal-hal kecil lainnya dalam merawat anak. hehe

    • Iya, Mas Zaenudin, benar sekali, justru persiapan mental inilah yang menjadi faktor penting dalam kelancaran sesorang menghadapi hal yang penting, termasuk dalam hal ini kelahiran. Makasih ya, Mas, telah singgah kemari.

  2. Yudi berkata:

    Jadi ingat waktu ibu saya melahirkan adik… Harus ke rumah sakit yang jaraknya 20km dari rumah…

  3. Mechta berkata:

    Semoga bisa menjadi referensi bagi Pasutri yg sedang menunggu kelahiran si buah hati ya Ustad..

  4. Assalaamualaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Betul seperti yang mas Amazzet katakan di atas. Persiapan mental dan persiapan rohani perlu deimbang di awal menghadapi persalinan. Jika sudah berpengalaman, perasaan cemas dapat dikawal berbanding melahir anak pertama. Berdoa dengan Allah jangan pernah dilupa kerana kepada Allah segala harapan keselamatan diminta.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaahh, terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, telah berkunjung kemari. Iya, Mbak, betapa penting persiapan mental dan persiapan secara ruhani ini. Semoga kita bersama keluarga senantiasa dikaruniai bisa dekat dengan Allah Swt.

      Salam juga dari Jogja, Indonesia.

  5. Titik Asa berkata:

    Betul Mas, banyak berdoa saat menghadapi persalinan istri mengurangi rasa cemas.
    Saya mengalaminya di tahun 91 saat anak pertama lahir.
    Kelahiran anak ke-2 dan ke-3 rasanya sudah tidak terasa mencemaskan lagi…

    Salam,

    • Iya, Pak, semakin bersandar kepada Allah Swt. maka semakin besar pula rasa tenang. Sungguh, hal ini sangat penting apalagi bagi yang akan melahirkan. Ohya, makasih banyak ya, Pak, telah singgah kemari.

      Salam dari Jogja 🙂

  6. rere jayanti berkata:

    Wah bisa juga buat referensi bagi yang mau lahiran ya mas, apalagi kalau belum berpengalaman pasti cemas nya bukan main. Terima kasih informasinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s