Hati yang Penuh Kasih dan Sayang

kaca-kaligrafi-di-masjid-baitul-mukminin-jombang-foto-akhmad-muhaimin-azzet

Kaligrafi kaca di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.

Bila ingin hidup bahagia dan disayang oleh Allah Swt., jalan penting yang tidak boleh dilupakan adalah memenuhi hati dengan rasa kasih dan sayang kepada sesama manusia. Rasa kasih sayang ini perlu dikembangkan di dalam hati, baik kepada keluarga sendiri, kerabat, maupun orang lain.

Rasa kasih dan sayang ini penting untuk dimiliki. Sebab, dengan hati yang penuh dengan rasa kasih dan sayang akan membuat sikap seseorang sopan dan santun, lembut atau tidak kasar, perhatian dan peduli, mudah memaafkan, dan senang membantu atau memberikan pertolongan.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Barang siapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah.” (HR. Bukhari).

Kita bisa membayangkan betapa galaunya hidup ini bila tidak mendapatkan kasih dan sayang dari Allah Swt. Betapa susahnya! Tentu saja kita tidak ingin mengalami kehidupan yang jauh dari rasa bahagia yang seperti itu. Maka, berdasarkan hadits tersebut, membangun rasa kasih dan sayang kepada orang lain adalah jalan yang sangat penting untuk kita lakukan agar mendapatkan kasih dan sayang dari Allah Swt.

Sudah barang tentu orang yang hidupnya penuh dengan rasa kasih sayang akan disenangi oleh banyak orang. Siapakah di antara kita yang senang jika tidak disenangi oleh orang lain? Tentu tidak ada. Betapa tidak enaknya jika orang yang kita dekati pada tidak peduli dengan kita, mendiamkan kita, atau menganggap kita tidak ada. Hal ini bisa terjadi jika di dalam hati kita sudah tidak ada ikatan dengan orang lain. Maka, ikatan itu perlu ditumbuhkan. Ikatan itu perlu dikuatkan. Ikatan itu bernama rasa kasih dan sayang.

Termasuk ikatan seorang hamba dengan Allah Swt. Di samping rasa iman yang menumbuhkan ketakwaan, ikatan itu bernama rasa kasih dan sayang yang akhirnya melahirkan akhlak yang baik.

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang perbuatan yang banyak menyebabkan orang masuk surga. Apa jawab beliau?

“Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sahabat yang budiman, di samping takwa, ternyata yang banyak menyebabkan orang masuk surga adalah akhlak yang baik. Sungguh, akhlak yang baik ini tidak bisa muncul bila seseorang tidak mempunyai hati yang dipenuhi dengan rasa kasih dan sayang.

Bahkan, tidak hanya Allah Swt. yang menyayangi orang-orang yang di dalam hatinya penuh dengan rasa kasih dan sayang, tetapi juga mereka yang di langit atau para malaikat yang selalu taat kepada-Nya juga sayang kepada orang tersebut.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Orang yang belas kasihan akan dikasihi ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasihsayangi mereka yang di langit.” (HR. Bukhari).

Inilah hal penting yang tidak boleh kita lupakan bila ingin hidup sukses dan bahagia. Jalan menuju kesuksesan akan terbangun seiring dengan hati kita yang selalu menumbuhkembangkan rasa kasih dan sayang kepada sesama. Bila sudah demikian, tentu kebahagiaan akan merebak sehingga kita bisa menikmati kehidupan ini dengan indahnya.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ihsan dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Hati yang Penuh Kasih dan Sayang

  1. jampang berkata:

    Sejuk dunia ini jika dipenuhi dengan Kasih sayang

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mas Amazzet….

    Apa khabar ? Didoakan mas Amazzet dan keluarga dalam sihat wal’afiat. Allahu akbar, saya sangat terkesan dengan posting ini. Ia benar-benar mengajar saya agar selalu mempunyai hubungan yang baik dengan manusia yang ada di sekeliling kita terutama keluarag terdekat. Mudahan dengan menyebarkan kasih sayang hidup kita jasi aman dan damai.

    Dunia hari ini penuh dengan kemelut perang dan kezaliman kerana kasih sayang sudah dicabut dari hati mereka yang buta tentang kemanusiaan akibat gila kuasa dan kekayaan. Semoga Allah memelihara kita dari sifat zalim tersebut. Aamiin.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Mbak, atas doanya. Semoga Mbak Fatimah bersama keluarga juga dalam keadaan sehat wal afiat. Allaahumma aaminn…

      Sama-sama ya, Mbak, tentunya saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya. Semoga kita bersama senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

      Salam takzim juga dari Jogja.

  3. rynari berkata:

    Mengasihi sebagai pancaran kasih yg kita terima nggih Pak. Terima kasih pencerahan wujud kasih Pak AMA tuk kami pembaca postingan ini. Salam

  4. kunci sederhana hidup bahagia dan sukses dunia akhirat ya mas, tapi akhir-akhir ini sepertinya sulit sekali berbagi kasih sayang dengan sesama

    • Tepat sekali, Mbak Indah Nuria Savitri, inilah di antara kunci penting itu. Demikianlah, Mbak, di antara godaan akhir zaman adalah hilangnya kasih sayang sesama manusia. Semoga kita termasuk orang yang diberi kekuatan untuk terus mempunyai rasa kasih dan sayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s