Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial

ustadz-muhaimin-azzet

Penulis bersama Muhammad Fatih Al-Ghazali.

Seiring dengan perkembangan zaman yang kian pesat di bidang teknologi dan informasi, perkembangan kejiwaan anak pun mengalami perubahan yang sangat perlu untuk diperhatikan.

Saat ini, bukan merupakan pemandangan yang asing lagi bila seorang anak tampak sangat asyik dengan “dunianya” sendiri ketika sudah di depan komputer untuk nge-game atau berselancar di dunia maya yang bernama internet. Sementara bila ada tamu datang ke rumah, ia tampak cuek, tidak bisa menunjukkan sikap bagaimana sebuah hubungan sosial mesti dibangun dengan orang lain, atau bahkan ia malah menunjukkan sikap sebaliknya, yakni sebuah rasa tidak suka karena merasa keasyikannya telah terganggu dengan adanya orang lain.

Keadaan yang seperti ini, di samping karena perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, juga para orangtua mempunyai kecenderungan untuk tidak bisa meluangkan waktu lebih banyak lagi bersama anak-anaknya.

Hal ini bisa terjadi karena kesibukan kerja, sehingga kalau sudah di rumah inginnya hanya istirahat karena kecapekan; atau kurangnya kesadaran bahwa menemani anak dalam tumbuh dan berkembangnya itu sangat besar pengaruhnya bagi anak.

Orangtua yang mempunyai kecenderungan seperti ini biasanya justru memberikan kesibukan kepada anak—misalnya dengan belajar tambahan yang dipanggilkan guru privat ke rumah atau bahkan membelikan banyak mainan—atau agar tidak merepotkan orangtua.

Perkembangan Dunia Pendidikan

Di samping hal tersebut, perkembangan dunia pendidikan yang lebih fokus dan mengistimewakan kecerdasan intelektual juga memberikan andil dalam persoalan ini. Saat ini, bukan hal yang aneh lagi bila kita mendapati anak-anak usia sekolah yang mempunyai aktivitas yang luar biasa dalam kegiatan belajarnya, sehingga seakan tak mempunyai waktu lagi untuk bermain bersama teman-temannya.

Untuk menambah jam belajarnya, di sekolah tak jarang diberikan waktu pagi di luar jam belajar formal, yang biasanya disebut sebagai jam nol. Sehingga, pagi-pagi sekali sang anak harus sudah berangkat ke sekolah. Begitu pula setelah pulang sekolah, sang anak akan les ini dan itu hingga sore hari. Atau, bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional, akan mendapatkan pelajaran tambahan lagi yang khusus membahas pelajaran yang masuk dalam ujian nasional. Dan, tak jarang, hal ini pun dilakukan hingga sore hari.

Pada saat seperti inilah, penting bagi setiap orangtua untuk memikirkan perlunya mengembangkan kecerdasan sosial anak. Sebab, kecerdasan sosial tentu hal yang sangat penting pula dalam mendukung kesuksesan anak di masa mendatang.

Demikian tulisan singkat ini dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Salam,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial

  1. Sie-thi Nurjanah berkata:

    Kecerdasan sosial yg kurang di indahkan dlm keluarga harus ditanamkan kembali

  2. mysukmana berkata:

    kecerdasan bersikap dan dilandasi agama pasti kece pak ustad 🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Demikianlah kondisi masa kini yang kita lihat di mana-mana dalam keluarga moden hari ini. Ibu bapa perlu tegas dan mengatur masa anak-anak untuk bersosial. Sikap yang lebih akrab dengan segala gajet pintar akan meminimalkan masa kualiti yang semakin hilang sehingga nanti dengan kita sendiri sebagai orang ta sudah mulai renggang. Pentingnya hubungan soial perlu dibina sejak usia dini lagi. Sangat membimbangkan ya.

    Salam tazim dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah, iya Mbak Fatimah, itu benar sekali. Sebab, manusia sesungguhnya juga makhluk sosial. Bila hal ini tidak dikembangkan dengan baik, tentu akan mengalami ketidakseimbangan dalam hidupnya. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah kemari.

      Salam takdzim juga dari Jogja, Indonesia 🙂

  4. ar syamsuddin berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb.Ustadz…
    Salam kenal sambil berbagi ilmu di sini.
    Sebenarnya secara alamiah anak-anak kita akan tahu dan meniru dari pola hubungan sosial orang-orang dewasa di sekitarnya. Sayangnya apa yang mereka lihat dan alami di lingkungannya tak selamanya positif alias mendidik. Disinilah mungkin dibutuhkan arahan yang tepat dari orang tua agar mereka bisa selamat dan tidak sampe salah jalan atau salah meniru yang akhirnya bisa membahayakan diri mereka, apalagi di era globalisasi dewasa ini, tentu sebagai ortu kita pasti khawatir juga ya kan mas?
    Salam kenal dari Dompu-NTB

    • Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh.

      Salam kenal juga nggih, Pak Syamsudin. Terima kasih banyak nggih.
      Betul sekali, Pak, itulah sebagai orangtua hendaknya menjadi teladan atau contoh bagi anak-anaknya. Di sinilah orangtua juga mesti belajar terus untuk memperbaiki diri. Semoga di zaman yang semakin banyak godaan ini kita bersama keluarga kita dikaruniai kebakan dan keselamatan. Aamiin…

      Salam dari Jogja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s