Kedudukan Shalat dalam Islam

sajadah-mushola-al-madzkur-sumberwinong-banjardowo-jombang-foto-akhmad-muhaimin-azzet

Sajadah di Mushala Al-Madzkur, Sumberwinong, Banjardowo, Jombang.

Di dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman tentang kewajiban untuk mengerjakan shalat lima waktu. Di antaranya adalah sebagai berikut:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. al-Baqarah [2]: 43).

“…Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nisâ’ [4]: 103).

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thâhâ [20]: 14).

“…Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-‘Ankabût [29]: 45).

Shalat mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam. Terutama shalat wajib lima waktu, kedudukannya dalam rukun Islam didahulukan, setelah mengakui diri sebagai orang Islam atau membaca dua kalimat shahadat, sebelum kewajiban yang lainnya.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa Islam itu ditegakkan oleh lima perkara yang disebut sebagai rukun Islam. Yakni, membaca dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji bagi mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Semoga kita termasuk orang yang benar-benar bisa menjaga kewajiban shalat ini.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kedudukan Shalat dalam Islam

  1. kang nur berkata:

    Dalam keadaan apapun tidak boleh meninggalkan sholat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s