Menyambut Kelahiran Bagi Keluarga Muslim

menyambut-kelahiran-bagi-keluarga-muslim-tulisan-ustadz-muhaimin-azzet-kaligrafi-masjid

Kaligrafi kaca di Masjid Margotunggal, Ngentak, Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Sahabat, di antara hal yang penting untuk kita ketahui bersama dalam kehidupan keluarga Muslim adalah berkaitan dengan menyambut kelahiran. Anugerah yang sekaligus amanah dari Allah Swt. yang berupa seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, sungguh sangat perlu disambut dengan rasa syukur dan penuh kebahagiaan.

Namun, tidak jarang di antara keluarga Muslim, terutama keluarga muda, belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang apa yang harus dilakukan ketika menyambut kelahiran seorang anak.

Apa yang harus dilakukan ketika menjelang kelahiran? Setelah melahirkan, bagaimana dengan ari-ari sang bayi, dibuang begitu saja, atau harus dikubur dengan baik? Setelah itu, bagaimana mempersiapkan nama yang baik? Bagaimana pula dengan caranya aqiqah? Kambingnya harus jantan, atau bolehkah kambing betina? Kapan dilaksanakannya? Selanjutnya, bagaimana dengan mencukur rambut? Dan seterusnya.

Pertanyaan-pertanyaan sebagaimana tersebut memang penting untuk dijawab. Saya pun tidak jarang mendapatkan pertanyaan serupa dari kawan atau kenalan, baik itu secara langsung, lewat telepon, maupun melalui pesan singkat.

Misalnya, seorang kawan yang baru mendapatkan anugerah seorang anak bertanya, “Aqiqah itu hukumnya wajib atau sunnah?”

Setelah saya jawab, dia bertanya lagi, “Bagaimana dengan warna kambing yang dibuat aqiqah, ini ada dua warna?” Tampaknya ia bingung untuk memilih ketika sedang berada di tempat penjualan kambing menjumpai kambing yang warnanya tidak hanya putih.

Berangkat dari kenyataan tersebut, semoga ke depan dalam blog sederhana dapat menuliskannya sedikit demi sedikit.

Sungguh, hanya kepada Allah Swt. kita mengabdi, dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Semoga keluarga yang kita bangun adalah keluarga yang semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya. Semoga keluarga yang kita bina adalah keluarga yang bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allâhumma âmîn….

Salam keluarga bahagia,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Menyambut Kelahiran Bagi Keluarga Muslim

  1. Tita Kurniawan berkata:

    Biasanya ada faktor tradisi jg pak azzet, biar jelas mana yg sesuai tuntunan atau tidak, memang perlu diluruskan kembali

  2. kang nur berkata:

    Dalam tradisi jawa ada ritual sepasaran, sama-sama menyembelih kambing tapi beda tujuannya

  3. Keke Naima berkata:

    Sampe ada pertanyaan tentang warna kambing juga, ya? 🙂

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Hehehe…. kasihan kambing kalau mahu dipilih jadi sembelihan aqiqah harus ditentukan warnanya. Ternyata ramai ibu bapa muda yang cetek ilmunya dalam memahami bab aqiqah. Mudahan dengan banyaknya pertanyaan itu bisa meningkatkan ilmu dan mendalami agamanya. Hidup ini bukan sekadar mahu hidup fizikal tetapi perlu ada rohnya untuk menjadi hamba Allah yang baik di dunia dan akhirat.

    Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Benar sekali, Mbak Fatimah, pertanyaan macam demikian muncul tentu berangkat dari saking inginnya melakukan syariat dengan benar. Semoga semakin banyak yang bersemangat untuk mengaji dan menambah-nambah ilmu, terutama ilmu dalam agama yang lurus ini.

      Terima kasih banyak ya, Mbak, salam takzim juga dari Jogja, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s