Mengembangkan Kecerdasan Anak

keluarga-sakinah-keluarga-bahagia-kecerdasan-spiritual-foto-akhmad-muhaimin-azzet

Penulis di rumah kisah Kak Aam Sabarmen, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Setiap orangtua mempunyai harapan agar kehidupan anak-anaknya di masa mendatang dapat meraih kesuksesan.

Dalam rangka untuk meraih kesuksesan tersebut, kecerdasan intelektual dipercaya sebagai jalannya. Sehingga, banyak orangtua akhirnya memilih sekolah yang maju dan favorit agar kecerdasan anak-anaknya dapat dikembangkan dengan baik. Tak jarang orangtua juga mengikutkan anaknya berbagai les pelajaran tambahan agar kecerdasan intelektual buah hatinya dapat berkembang secara optimal.

Namun, kecerdasan intelektual (IQ) yang sering dibanggakan oleh kebanyakan orangtua sebagai pertanda bahwa anaknya telah berprestasi dinilai oleh banyak penelitian tidak berbanding lurus dengan kesuksesan hidup seseorang.

Ternyata, faktor yang paling dominan memberikan pengaruh bagi kesuksesan hidup seseorang adalah kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional—termasuk di dalamnya adalah kecerdasan sosial—dipercaya lebih mudah membuat seseorang untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di bidang psikologi, selanjutnya ditemukan kecerdasan yang dinilai sebagai kecerdasan yang paling utama dalam diri manusia, yakni kecerdasan spiritual (SQ).

Kecerdasan intelektual memang penting agar seseorang mempunyai kemampuan dalam menganalisis dan berhitung, terutama terkait dengan ilmu pasti. Demikian pula dengan kecerdasan emosional, keberadaannya harus dikembangkan dengan baik agar seseorang dapat lebih mudah dalam meraih kesuksesan dalam hidupnya. Namun, untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan, seseorang memerlukan kecerdasan spiritual.

Ya, kecerdasan spiritual membantu seseorang untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan. Inilah kenapa kecerdasan spiritual dinilai sebagai kecerdasan yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Karena, menemukan makna dari kehidupan dan kebahagiaan adalah tujuan dari setiap orang dalam hidupnya.

Untuk apa mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi bila hidupnya tidak berbahagia? Untuk apa dapat meraih kesuksesan, baik itu dalam karier, kekayaan, maupun dalam kehidupan sosial, bila tidak bisa merasakan sebuah kebahagiaan? Itulah kenapa kecerdasan spiritual dikatakan sebagai kecerdasan yang paling penting dan tinggi.

Kesimpulan

Menurut saya, kesimpulannya begini: Kecerdasan intelektual penting untuk dikembangkan. Demikian pula dengan kecerdasan emosional. Namun, orangtua hendaknya tidak hanya fokus mengembangkan kedua kecerdasan tersebut karena ada kecerdasan spiritual yang sangat penting juga untuk dikembangkan.

Demikian, semoga tulisan pendek ini bermanfaat.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Mengembangkan Kecerdasan Anak

  1. ira i / ira noor berkata:

    Setuju Mas Akhmad tugasnya orang tua mengembangkan kecerdasan2 tersebut agar mereka tumbuh berkembang dgn lengkap, bisa berbuat kebaikan bagi dunia dan akhiratnya kelak.

  2. kang nur berkata:

    Semua harus seimbang

  3. mysukmana berkata:

    kalau jaman dulu kecerdasan cuma akademik saja ya tad orang menilainya

  4. @eviindrawanto berkata:

    Alangkah idealnya jika kita memiliki tiga kecerdasan ini ya Pak Azzet. Alhamdulillahnya kecerdasan spiritual bisa dilatih begitu juga kecerdasan intelektual dan emosional. Yang harus kita sadari terlebih dahulu adalah di mana kekurangan kita. Kalau sudah tahu baru kita perbaiki ya pak

    • Betul sekali, Bu Evi. Tiga kecerdasan tersebut merupakan anugerah atau potensi yang dianugerahi oleh Allah Swt. kepada anak-anak tercinta. Maka, penting orangtua untuk memperhatikan ketiganya. Demikian pula, dengan diri para orangtua, tentu juga perlu mengembangkan diri mengenai anugerah kecerdasan tersebut.

  5. Setuju. Jadi apa anak masih tergantung otoritas oragtua membentuknya.

  6. Lois berkata:

    Saya lihat di Australia sini kecerdasan spiritual banyak dianggap kurang penting oleh orang tua. Padahal tanpa kecerdasan spiritual manusia akan gampang merasakan kekosongan dalam hidup mereka dan cepat putus asa. Tulisan ini bagus sekali bagi orang tua, terima kasih.

    • Ooo, begitu ya di sana, saya baru tahu. Semoga ke depan semakin meningkat ya kesadaran bagi orangtua untuk mengembangkan kecerdasan spiritual dirinya sendiri dan tentu anak-anak tercintanya. Makasih banyak ya atas kunjungannya. Salam dari Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s