Kunci Sukses dan Bahagia itu Ibu

ngaji-bersama-ustadz-akhmad-muhaimin-azzet

Penulis di Dusun Tulung, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Saya sungguh terkesan saat Kick Andy menghadirkan KH. Mustofa Bisri dalam salah satu episodenya. Betapa kiai yang sering dipanggil dengan sebutan Gus Mus itu sangat menghormati ibunya. “Sampai ibu saya meninggal, saya tetap mematuhi ibu saya,” demikian ujar Gus Mus. Begitu pula ketika sering kali Pakde Cholik menyebut sebagai Anak Emak, saya seakan tak kuat menahan rindu untuk menemui ibu tercinta.

Duhai yang kini menempuh kehidupan di tengah bisingnya dunia, betapa dahulu ketika kecil usapan kasih dan sayang sang ibu telah menguatkan jiwa kita hingga kini bisa melangkah. Betapa dekapan hangat sang ibu menguatkan sekaligus menenteramkan jiwa kita sehingga sekarang dapat menghadapi segala tantangan.

Sungguh besar peran dan jasa seorang ibu yang tidak bisa tergantikan oleh seorang ayah. Seorang ayah yang merawat dan memberikan kasih sayangnya kepada sang anak tentu masih tak bisa menandingi betapa besar nilai seorang ibu bagi tumbuh dan berkembang anaknya. Bahkan, semenjak dalam kandungan, dan saat telah lahir pun tetes demi tetes air susu sang ibu menguatkan jiwa dan raga anak tercinta.

Ajaran Mulia Rasulullah Saw.

Maka, sangat dapat dipahami mengapa Rasulullah Saw. sampai-sampai menempatkan ibu sebagai orang pertama yang layak dihormati. Mengenai hal ini, marilah kita renungkan hadits berikut:

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw. dan bertanya, ‘Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku hormati?’ Rasulullah Saw. menjawab, ‘Ibumu.’ Orang itu bertanya, ‘Siapa lagi?’ Rasulullah Saw. menjawab, ‘Ibumu.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Lalu siapa lagi?’ Rasulullah Saw., menjawab, ‘Ibumu.’ Lalu orang itu bertanya lagi, ‘Siapa berikutnya?’ Rasulullah Saw. menjawab, ‘Bapakmu.” (HR. Bukhari).

Ada hikmah yang besar tentunya bila Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kita untuk menghormati ibu. Tentu hal ini bukan soal membalas jasa sang ibu tercinta yang begitu besar memberikan kasih dan sayangnya kala kita masih kecil. Bukan hanya soal ini. Sebab, menghormati dan berbakti kepada ibu (dan juga bapak tentunya) adalah bagian yang mengikat dalam kesempurnaan iman kita kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Allah Swt. berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman [31] : 14).

Sungguh, inilah rahasia sukses yang penting untuk kita ketahui dan lakukan dalam kehidupan ini. Yakni, menghormati dan berbakti kepada ibu. Jangan sampai kita membuatnya bersedih oleh karena perkataan dan sikap kita yang tidak sopan. Kita mesti terus-menerus berlaku baik dan mendoakannya. Mari kita lakukan, lalu buktikan apa yang terjadi. Sebab, orang-orang yang sukses dan bahagia dalam kehidupannya telah membuktikan hal ini.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ihsan dan tag , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Kunci Sukses dan Bahagia itu Ibu

  1. ira i / ira noor berkata:

    Betul Mas Akhmad, semoga kita semua diberi kesempatan untuk membahagiakan ibu dan bapak….aamiin

  2. jampang berkata:

    jadi inget pernah baca kisah tentang seseorang yang sukses karena ketika akan melakukan sesuatu hal yang penting, dia selalu datang dan memohon restu sang ibu meski tinggalnya beda pulau

  3. kang nur berkata:

    Saya kalau curhat sama ibu terasa lebih nyaman, kalau tidak setuju dengan pendapat ibu tidak berani membantah, dan ibu selalu tahu bila anaknya ada masalah, padahal beliau belum diberitahu, tapi seakan sudah merasakan…

    • Alhamdulillaah…, betapa bahagianya dekat dengan ibu ya, Kang Nur, betapa bahagianya bisa curhat dengan ibu. Semoga kedekatan yang demikian menjadikan rahmat Allah Swt. semakin deras untuk keluarga.

  4. Yasinta Astuti berkata:

    Jadi kangen ibu saya
    Ibu emang tempat mengadu dan berkeluh kesah. Tidak ada tempat lain yang nyaman selain dada nya

  5. Zia Subhan berkata:

    Baca tulisan ini teringat ibu saya. Ibu itu memiliki lautan maaf, sebesar apapun salah kita pasti memaafkan dan ibu selalu setia memanjatkan doanya dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s