Mencintai Karena Allah

masjid alun-alun jombang, baitul mukminin, foto akhmad muhaimin azzet

Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.

Diceritakan oleh Abdul A’la bin Hammad, diceritakan oleh Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Abu Rafi’, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. (beliau bersabda):

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengunjungi saudaranya di desa yang lain, lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk mengawasi jalan yang dilaluinya. Dia (malaikat itu) bertanya, ‘Kamu hendak ke mana?’ Dia menjawab, ‘Aku hendak (mengunjungi) salah seorang saudaraku di desa ini.’ Dia bertanya, ‘Apakah kamu ingin mendapatkan sesuatu darinya?’ Dia menjawab, ‘Tidak. Aku semata-mata hanya mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla.’ Malaikat itu berkata. ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagimu (untuk mengabarkan) bahwa Allah mencintai kamu sebagaimana kamu mencintai dia karena-Nya.” (HR. Muslim).

Orang yang mencintai sudaranya karena Allah akan dicintai oleh Allah Swt. Cinta yang demikian adalah cinta yang tulus; tanpa membutuhkan imbalan apa pun dari orang yang dicintai.

Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah riwayat yang patut untuk kita perhatikan, yakni diceritakan oleh Malik, dari Abu Hazim bin Dinar, dari Abu Idris al-Khaulani; Sesungguhnya dia berkata, “Aku masuk masjid Damsyiq, tiba-tiba ada seorang pemuda yang giginya bersih sekali dan banyak orang yang bersamanya (dalam riwayat lain: bersamanya sebanyak dua puluh sahabat, dan dalam riwayat satunya lagi: sebanyak tiga puluh). Apabila mereka berbeda pendapat tentang sesuatu, maka mereka menyandarkan sesuatu itu kepadanya dan mereka mengikuti perkataannya. Kemudian aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan, ‘Ini adalah Mu’adz bin Jabal.”

“Pada keesokan harinya, aku pergi pagi-pagi dan aku menjumpai dia telah mendahului aku. Aku mendapatinya sedang mengerjakan shalat.” Abu Idris berkata (lagi), “Aku menunggui dia hingga selesai shalatnya, lalu aku mendatanginya dari arah depannya dan mengucapkan salam kepadanya, lalu aku berkata, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku sangat mencintaimu semata-mata karena Allah.’

“Dia berkata, ‘Demi Allah?’

“Aku berkata, ‘Demi Allah.’

“Dia berkata, ‘Demi Allah?’

“Aku berkata, ‘Demi Allah.’

“Dia berkata, ‘Demi Allah?’

“Aku berkata, ‘Demi Allah.’

“Kemudian dia memegang sebagian pakaianku dan menarik ke arahnya, lalu dia berkata, ‘Bergembiralah. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Cinta-Ku pasti Aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang duduk bersama karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan orang-orang yang saling mengorbankan (harta dan jiwanya) karena Aku.”

Menurut az-Zarqani, hadits tersebut adalah shahih. Sedangkan menurut Hakim, sudah sesuai syarat syaikhan (yakni Bukhari dan Muslim).

Betapa luar biasa penting bagi kita untuk menggapai cinta Allah Swt. Oleh karena itu, mari mencintai saudara sesama Muslim dengan tulus, tanpa mencari atau bahkan mengharap keuntungan apa-apa, kecuali hanya tulus karena Allah ‘Azza wa Jalla.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Cinta dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s