Cinta dan Benci Karena Allah

Islam, masjid, cinta karena Allah, foto Akhmad Muhaimin AzzetRasulullah Saw. bersabda:

“Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani).

Cinta yang dibangun atas dasar karena Allah Swt. maka ia seperti sebuah fondasi yang sangat kuat dalam sebuah bangunan. Cinta yang seperti ini tidak akan mudah goyah meskipun cobaan datang menghadang.

Cinta karena Allah adalah cinta yang dibangun menuju kebaikan dan takwa kepada-Nya. Cinta yang semacam ini merupakan jalinan keimanan yang mengeratkan antara satu dengan yang lain.

Demikian pula dengan benci karena Allah. Sebuah rasa benci yang memang dibutuhkan karena bukan berangkat dari nafsu sebab tolok ukurnya adalah ajaran suci dari Allah Swt.

Benci karena Allah adalah benci terhadap kemaksiatan, ingkar kepada nikmat-Nya, dan segala keburukan yang mengarah kesesatan dari jalan yang digariskan oleh Allah Swt. Benci yang semacam ini akan menuntun seseorang dalam bergerak bersama untuk kembali kepada rahmat-Nya.

Apabila seseorang bisa melakukan cinta dan benci karena Allah maka ia berarti mempunyai iman yang sempurna. Hal ini selaras dengan Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.” (HR. Abu Daud).

Demikianlah. Semoga kita terbangun kesadaran untuk bersikap dan melakukan sesuatu ukurannya bukan karena nafsu, tapi karena Allah Swt.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Cinta dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Cinta dan Benci Karena Allah

  1. jampang berkata:

    terima kasih sharing dan pengingatnya, pak

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Hadis paling bawah ternyata amat besar ertinya dalam banyak hal yang dilakukan oleh seorang muslim. Begitulah Allah SWT mengajar hamba-NYA agar menyintai saudaranya melebihi diri sendiri dan membenci bukan kepada oangnya tetapi membenci apa yang diperbuat olehnya dalam pelanggaran hukum Allah. Manusia itu dinamik dan bisa sahaja berubah bila-bila masa apabila Allah memberi petunjuk kepadanya.

    Terima kasih mas Amazzet atas pesan yang bermanfaat dan mencerahkan. Semoga perkongsian mas ini mendapat rahmat dan barakah dari Allah SWT. Aamiin.

    Salam takzim dan hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, inggih Mbak Fatimah, semoga kita dikaruniai bisa mencintai dan membenci karena Allah Swt. Sehingga, setiap langkah dalam keseharian menuju kesempurnaan iman. Allaahumma aamiin…

      Sama-sama ya, Mbak, terima kasih juga atas kunjungan dan doanya. Semoga demikian juga dengan panjenengan. Aamiin…

      Salam takzim dari Jogja, Indonesia.

  3. Irly berkata:

    Masya Allah.. kangen sekali membaca dan meninggalkan komentar di blog ini, hanya entah kenapa berkali-kali berkunjung tidak bisa meninggalkan komentar.. semoga kali ini bisa ^^

    • Alhamdulillaah…, tentu saya juga senang sekali dikunjungi Mbak Irly. Terima kasih banyak ya, Mbak. Kenapa ya kok tidak bisa berkomentar. Tapi, kali ini bisa ya, Mbak. Sekali lagi, makasih banyak yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s