Diketahui Orang atau Tidak Tetap Ikhlas

Kaligrafi di dinding Masjid Ar-Rahman, Nanggulan, Maguwoharjo, foto Akhmad Muhaimin Azzet

Kaligrafi di dinding Masjid Ar-Rahman, Nanggulan, Maguwoharjo, Sleman.

Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (ada perasaan senang).” Rasulullah Saw. bersabda, “Baginya dua pahala, yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Tirmidzi).

Ada kalanya seseorang menyembunyikan amalnya agar dapat ikhlas karena Allah semata. Hal ini diperbolehkan di dalam Islam. Namun, ketika seseorang beramal dan ternyata orang lain mengetahuinya sehingga ada perasaan senang di hatinya, hal ini pun tidak merusak amal seseorang selama ia beramal dengan ikhlas karena Allah Swt. semata. Bahkan, menurut Rasulullah Saw. baginya dua pahala; pahala merahasiakan amal sebagai upaya agar ikhlas dan pahala diketahui orang lain (dan ia pun tetap ikhlas).

Dalam sebuah hadits yang panjang, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Tuhanku telah berwasiat kepadaku dengan sembilan perkara, dan aku wasiatkan kepada kalian (untuk melaksanakannya). Tuhanku berwasiat: agar aku berlaku ikhlas, baik secara tersembunyi atau terang-terangan….”

Imam an-Nawawi, di awal kitab al-Adzkar, menyampaikan keterangan bahwa Hudzayfah al-Mur’isyi berkata, “Ikhlas itu berarti perbuatan hamba sama saja pada saat terlihat [orang lain] atau tak terlihat.”

Semoga kita bisa beramal dengan ikhlas, baik diketahui oleh orang lain atau tidak.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ikhlas dan tag , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Diketahui Orang atau Tidak Tetap Ikhlas

  1. jampang berkata:

    jadi dapat doubel pahala yah kalau diketahui orang tetapi tetap ikhlas.
    baru tahu ini, pak. terima kasih infonya

  2. mechta berkata:

    Insya Allah..smoga kita termasuk yg mampu melakukannya…

  3. Nuriska Fahmiany berkata:

    ternyata, ikhlas itu bisa antara di ketahui atau tidak diketahui orang lain. terimakasih sahre nya 🙂

  4. aamiin, makasih pak sharenya, terus terang ketika membantu memang ada aja pikiran sempit yang menggoyankan niat untuk membantu hiekz, semoga saya dilapangkan niatnya dan ngga takabur juga ngga riya, aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s