Muhasabah Keikhlasan

Dinding kaligrafi di Masjid Ar-Rahman, Nanggulan, Maguwoharjo, Akhmad Muhaimin Azzet

Kaligrafi di dinding Masjid Ar-Rahman, Nanggulan, Maguwoharjo, Sleman.

Allah Swt. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr [59]: 18).

Keikhlasan adalah hal yang sangat erat kaitannya dengan keselamatan hidup di akhirat kelak. Oleh karena itu, agar kita tidak menyesal di sebuah masa yang kita tidak mungkin untuk kembali dan memperbaiki diri, maka melakukan muhasabah pada setiap usai melakukan perbuatan adalah hal yang harus dilakukan. Apakah kebaikan yang telah dilakukannya sudah ikhlas karena Allah atau belum?

Dari muhasabah yang dilakukan secara rutin itu akhirnya kita dapat memperbaiki diri.

Berkaitan dengan pentingnya untuk melakukan muhasabah ini, Umar bin Khathab r.a. pernah menyampaikan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Ya, menghisab atau menghitung-hitung diri setiap usai melakukan sebuah amal penting untuk dilakukan agar amal berikutnya semakin berkualitas di hadapan Allah Swt. sehingga kelak ketika diperhitungkan di Hari Perhitungan tidak ada penyesalan yang berkepanjangan.

Sungguh, memerhatikan apa yang telah kita perbuat untuk hari esok (akhirat), termasuk apakah amal yang kita lakukan sudah ikhlas atau belum, ini penting sekali.

Semoga dengan demikian amal kita termasuk amal yang diterima oleh Allah Swt.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ikhlas dan tag , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Muhasabah Keikhlasan

  1. jampang berkata:

    mudah2an… amal hari ini bisa lebih ikhlas dari kemarin dan begitu seterusnya ya, pak

  2. ysalma berkata:

    saya harus belajar banyak untuk hal ini, Pak.

  3. Dunia Ely berkata:

    Semoga Kita selalu ikhlas dalam beramal ya pak. Dapat tambahan pemikiran baru nih tentang pentingnya meningkatkan kualitas amal, matur nuwun pak.

  4. memang susah sekali menata hati untuk terus husnudzon 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s