Tidak Mendapatkan Apa-Apa

foto ruang dalam masjid, yogyakarta, foto akhmad muhaimin azzetAbu Umamah menceritakan bahwa ada seseorang telah menemui Rasulullah Saw. dan bertanya:

“Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”

Rasululllah Saw. menjawab, “Ia tidak mendapatkan apa-apa.”

Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasulullah Saw. pun tetap menjawab, “Ia tidak akan mendapatkan apa-apa.”

Lalu, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karena-Nya dan mengharap wajah-Nya.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Alangkah sedihnya apabila seseorang telah melakukan banyak kebaikan, akan tetapi ketika di akhirat ternyata tidak mendapatkan apa-apa. Alangkah ruginya; alangkah menyesalnya.

Itulah amalan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dilakukan dengan ikhlas karena Allah Swt. Padahal, di kehidupan akhirat nanti, seseorang tidak bisa kembali ke dunia ini untuk memperbaiki amalan.

Allah Swt. berfirman:

“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. al-Kahfi [18]: 103-104).

Duhai jiwa yang tidak ingin bersedih dan menyesal dalam keabadian, marilah kita perbaiki setiap amalan kita agar senantiasa murni karena-Nya dan semata mengharap ridha-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ikhlas dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Tidak Mendapatkan Apa-Apa

  1. inda chakim berkata:

    smoga saya bs istiqomah dlm menata hati agar melakukan sesuatu, hal2 baik, dg satu tujuan hanya untuk Nya. amin
    matur nuwun renungan paginya pak ustadz ngge

  2. jampang berkata:

    semoga kita tidak masuk ke dalam kelompok “muflis” ya, pak

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Dalam apa juga amalan yang kita lakukan, memang sukar menjaga hati untuk tidak ikhlas ya. Mudahan kita memohon keteguhan dari Allah SWT agar niat kita tidak menyimpang dan selalu berada dalam keredhaan-NYA. Aamiin.

    Terima kasih mas Amazzet apabila sudah mengingatkan pesanan yang baik. Semoga selalu dalam rahmat Allah. Aamiin.
    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Iya, Mbak Fatimah, semoga kita dikaruniai oleh Allah Swt. termasuk orang yang ikhlas dalam beramal ibadah. Allaahumma aamiin…

      Terima kasih juga telah singgah kemari ya, Mbak Fatimah. Salam takzim juga dari Jogjakarta.

  4. Semoga kita semua senantiasa melakukan sesuatu dengan ikhlas ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s