Dengan Tulus dan Ikhlas

Tanaman di Masjid Kampus UGM, foto Akhmad Muhaimin AzzetAllah Swt. berfirman:

“Dan (aku telah diperintah), ‘Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yunus [10]: 105).

Menghadapkan wajah kepada agama atau ketika melakukan segala sesuatu di dalam beragama harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah Swt. semata. Melakukan ibadah karena Allah Swt. ini berarti tidak merusaknya dengan kesyirikan.

Melakukan kesyirikan berarti melakukan ibadah dengan menyekutukan Allah Swt.; tidak karena Allah semata; masih ada yang selain Allah yang menjadi tujuan dari ibadahnya.

Sungguh, menyekutukan Allah Swt. adalah termasuk dosa yang besar dan benar-benar merupakan kezaliman yang besar. Allah Swt. berfirman:

“…Barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisâ [4]: 48).

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13).

Betapa penting bagi kita untuk tulus dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah Swt. Beribadah hanya karena Allah Ta’ala. Bukan untuk keuntungan duniawi.

Lalu, apakah tidak boleh mengharapkan duniawi? Tentu boleh saja. Di sinilah sesungguhnya pentingnya menata niat. Caranya: ibadahnya tetap ikhlas karena Allah Swt. Nah, setelah beribadah, kita tentu boleh berdoa kepada-Nya, memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Demikianlah tulisan singkat ini dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ikhlas dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Dengan Tulus dan Ikhlas

  1. jampang berkata:

    Dunia jangan ditinggalkan semuanya ya, pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s