Pentingnya Menata Niat

bersama jamaah mushola al-madzkur, sumberwinong, banjardowo, jombang, akhmad muhaimin azzet, foto ja'far rohimDari Amirul Mukminin, Umar bin Khathab r.a., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya dan tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasulullah. Barangsiapa yang hijrahnya karena faktor duniawi yang akan ia dapatkan atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka dalam hijrahnya itu ia hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat tidak boleh dipandang ringan, apalagi dilupakan, ketika seseorang akan melakukan sesuatu. Berangkat dari niatlah perbuatan seseorang dapat dinilai sebagai ibadah yang akan mendapatkan pahala dan ridha-Nya atau tidak.

Itulah kenapa dalam fiqh, niat termasuk dalam rukun yang terkait erat dengan keabsahan sebuah ibadah. Sungguh, niat ini perlu ditata dan dimantapkan dahulu sebelum seseorang melakukan sebuah amal agar apa yang dilakukannya dapat ikhlas hanya karena Allah Swt.

Menjaga Niat

Sebelum beramal, niat ini harus dikuatkan hanya karena Allah Swt. Setelah itu, apakah sudah selesai? Ternyata tidak apabila kita ingin beramal dengan baik.

Niat yang sudah ditata dan dikuatkan hanya karena Allah Swt. sebelum beramal harus dijaga ketika atau pada saat beramal. Pada saat seperti ini menjaga keteringatan kepada Allah Swt. itu penting sekali; bukan membayangkan bagaimana nanti orang lain akan menilai amal kita.

Bahkan, setelah beramal pun niat yang sudah ditata sebelum beramal dan dijaga di tengah beramal, tetap harus dijaga setelah beramal. Jangan sampai, amal ibadah yang kita lakukan justru rusak setelah beramal. Misalnya, kecewa ketika tidak ada orang lain yang menghargai atau ujub ketika orang lain memuji.

Sungguh, inilah pentingnya menata dan menjaga niat agar kita dikarunia kemampuan dapat beramal dengan ikhlas karena Allah Swt.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita bersama.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Ikhlas dan tag . Tandai permalink.

14 Balasan ke Pentingnya Menata Niat

  1. inda chakim berkata:

    alhamdulillah dpet ilmu lagi, makasih sdh mengingatkan ngge pak ustadz. ubh niat dr skrg wes.

  2. alrisblog berkata:

    Semoga niat kita selalu di jalan Allah swt, berbuat yang terbaik dan diridhoi-NYA, aamin.
    salam

  3. jampang berkata:

    yang terberat sepertinya adalah menjaga niat ketika amal sudah terlaksana 😦

  4. ira i / ira noor berkata:

    Terima kasih sudah diingatkan tentang niat ini. Sepertinya sepele, tapi ternyata kalau tidak diamalkan bisa merusak ibadah. Saya suka lupa niat shaum sunnah, sering kali ingatnya ketika sudah dzuhur.

  5. Nuriska Fahmiany berkata:

    Makasihh telah saling mengingatkan…

  6. Diah indri berkata:

    alhamdulillah tulisan bermanfaat mengingatkan pembaca termask saya

  7. cumilebay.com berkata:

    Niat harus kuat karna Allah, jangan karna yg lain yaa bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s