Tidak Membongkar Keburukan

Kaligrafi basmalah dan lampu yang indah, foto Akhmad Muhaimin AzzetRasulullah Saw. bersabda:

“Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seseorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Pribadi yang bertakwa adalah pribadi yang tidak mau membalas keburukan yang dilakukan oleh orang lain dengan keburukan pula.

Menurut Rasulullah Saw., sebagaimana hadits tersebut, apabila ada seseorang membongkar keburukan kita maka jangan sampai kita turut atau membalas dengan membongkar keburukan orang tersebut, meskipun kita mengetahui keburukannya.

“Bila ia telah berbuat jahat kepadaku, tentu aku juga bisa dong membalas jahat kepadanya. Emangnya enak dijahatin?!” Bila ini yang terjadi, lalu… dua orang ini apa bedanya?

Dengan demikian, orang yang bertakwa kepada Allah Swt. berupaya menjauhkan dirinya dari perasaan atau sifat dendam kepada sesama. Orang yang bertakwa tentu memilih untuk berbuat baik karena hal ini lebih menenteramkan hati.

Semoga kita diberi pertolongan oleh Allah Swt. untuk bisa menjadi hamba yang bertakwa.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhamin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Takwa dan tag , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Tidak Membongkar Keburukan

  1. inda chakim berkata:

    amiinn..
    matur nuwun renungannya pak ustadz

  2. jampang berkata:

    mengumbar aib sama saja memakan bangkai saudara sendiri ya , pak

  3. ysalma berkata:

    Aamin, semoga selalu bisa menjaga mulut ya Pak, apalgi emak2 suka lupa dimana tempatnya bicara.

  4. ira i / ira noor berkata:

    aamiin. jazakumullah Mas Akhmad 🙂

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…..

    Sangat buruk tingkah lagi seorang muslim apabila tega memburukkan saudaranya sedangkan kita sendiri mempunyai keburukan yang tidak ingin diketahui orang lain. Jika ini berlaku dan tidak benar, pasti menimbulkan fitnah. Fitnah itu lebih dahsyat dari membunuh. Hal seperti ini banyak berlaku di medan sosial maya.

    Mudahan kita terhindar dari sifat suka mencari keburukan orang lain. Vukuplah kita mengambil sempadan dan pengajarannya.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Saya sangat setuju, Mbak Fatimah, tak jarang di media sosial seseorang membongkar keburukan seseorang yang lainnya, lalu ramai-ramai orang lain berkomentar membungkar keburukan juga. Semoga kita terhindar dari hal yang demikian.

      Terima kasih telah singgah kemari ya, Mbak. Salam hormat juga dari Jogja.

  6. Ping balik: Tidak Membongkar Keburukan | Luluk Sayyidatul Afiyah

  7. Dunia Ely berkata:

    Sepakat pak, kalau bisa melakukannya akan membuat hati tenteram, nggak dendam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s