Tidak Khawatir dan Bersedih

Masjid Darussalam, Maguwoharjo. Foto Akhmad Muhaimin AzzetAllah Swt. berfirman:

“…Maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’râf [7]: 35).

Kekhawatiran adalah perasaan takut atau gelisah dan cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Perasaan semacam ini bila terus-menerus atau sering terjadi pada diri seseorang akan menjadi penyakit mental tersendiri sehingga sulit baginya untuk meraih kebahagiaan.

Namun, perasaan semacam ini tidak akan terjadi bagi orang yang bertakwa dan mengadakan perbaikan dalam hidupnya. Di samping itu, mereka tidak pula bersedih hati. Hal ini bisa terjadi karena orang yang bertakwa kepada Allah Swt. mempunyai keyakinan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah dan Dia akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Keyakinan sebagaimana tersebut terbangun karena ibadah dan berbagai perbaikan yang dilakukan oleh orang yang bertakwa akan mendekatkan dirinya kepada Allah Swt. Nah, kedekatan dengan Allah Swt. inilah yang membuat hatinya tenang sehingga jauh dari perasaan khawatir dan bersedih.

Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Takwa dan tag , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Tidak Khawatir dan Bersedih

  1. Nuriska Fahmiany berkata:

    Kadang turun naik yaa… silih berganti

  2. Nurul Habeeba berkata:

    Hidup di era digital yang serba mudah, kadang membuat rasa taqwa itu luntur. diserang banyak aktivitas online, semoga Alloh senantiasa menjaga kita dalam ketaqwaan

    • Demikianlah, Mbak Nurul Habeeba, semoga kita senantiasa dirahmati dan mendapatkan petunjuk dari Allah Swt. sehingga dapat selamat menapaki kehidupan di zaman yang kian riuh dan tua ini.

  3. jampang berkata:

    harapan akan berbuah keyakinan, ya pak

  4. ira i / ira noor berkata:

    Mas Akhmad, agar terhindar dari rasa cemas apakah betul disarankan unt membaca surat An-Nas

  5. sunarcar berkata:

    Assalamu’alaikum
    Bimbing saya biar lebih baik lagi..

  6. Dunia Ely berkata:

    Setuju sekali dengan postingan di atas, Insya Allah kita akan selalu diberi petunjuk jika sedang bermasalah jika memang kita mau kontak vertikal denganNya, apalagi di sepertiga akhir malam ya pak, wah bisa mbrebes mili lagi deh.

    • Iya, Mbak Ely, sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang jangan sampai kita siakan. Membangun rakaat demi rakaat lalu munajat kepada Allah Swt. adalah tanda kita butuh sekaligus cinta kepada-Nya.

  7. sunarcar berkata:

    Saya akan berusaha dan harus lakukan,tp tolong pak koreksi diri saya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s