Orang yang Paling Mulia

Masjid Agung Baitul Mukmimin Jombang sebelum direnovasi, foto Ustadz Muhaimin Azzet

Masjid Agung Baitul Mukminin (sebelum dipugar), Jombang, Jawa Timur. 

Allah Swt. berfirman:

“…Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. al-Hujurât [49]: 13).

Takwa adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Keberadaannya perlu terus diupayakan agar seseorang memperoleh derajat kemuliaan di sisi Allah Swt.

Betapa penting takwa ini sampai seorang khatib Jum’at harus menyampaikannya di setiap khutbahnya.

Lantas, apakah takwa itu? Ada sebuah jawaban yang sangat menarik dari Ubay bin Ka’ab r.a. ketika ditanya oleh Umar bin Khathab r.a. mengenai takwa.

“Pernahkah engkau melewati sebuah jalan yang penuh dengan duri?” Ubay bertanya balik kepada Umar.

“Pernah,” jawab Umar.

“Lalu, apa yang engkau lakukan?”

Umar bin Khathab r.a. menjawab, “Aku berhati-hati dan berusaha untuk menghindarinya.”

Ubay bin Ka’ab r.a. segera menyahut, “Itulah takwa.”

Ternyata, untuk mencapai takwa kita harus hati-hati dalam menjalani hidup ini. Hati-hati jangan sampai tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.; hati-hati jangan sampai mengerjakan apa yang telah dilarang-Nya.

Seorang Muslim yang bertakwa adalah yang berhati-hati dalam menjaga lisannya, perbuatannya, bahkan pikiran dan hatinya agar senantiasa sejalan dan semoga mendapatkan ridha Allah Swt.

Mari terus-menerus kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

Salam,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Takwa dan tag , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Orang yang Paling Mulia

  1. Mosque Adventure berkata:

    sewaktu saya backpacker ke Singapura, saya pernah satu pesawat dengan seorang muslim yg berkebangsaan Jerman, dia bercerita panjang lebar tentang banyak hal, dari makanan pakaian hingga pergaulan, katanya untuk meraih taqwa tidak semudah membolak balik telapak tangan ini, butuh kemaun yang kuat, iman dan lingkungan yg kondusif, dia berbagi pada saya bahwa taqwa itu bukan hanya di lisan, gerakan tapi juga pemikiran dan hati yang selalu percaya bahwa Allah maha melihat

    • Iya, benar sekali, sebagaimana juga keimanan, hendaknya benar kuat di dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dalam perbuatan. Terima kasih banyak ya telah berbagi pengalaman yang penting tersebut.

  2. jampang berkata:

    semoga kita bisa masuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa….. aamiin

  3. Satu Jam berkata:

    Untuk menjadi orang yang bertakwa sangat sulit sekali, tapi bukan berarti tidak mungkin. kalo kita berusaha dengan semaksimal mungkin, Allah akan mempermudah jalan menuju takwa.

  4. Dunia Ely berkata:

    Terima kasih sharingnya pak, di era Internet seperti ini membaca postingan bapak sungguh berguna dan menentramkan hati.

    Semoga kita selalu diberi kesempatan agar terus menerus berusaha meningkatkan ketaqwaan pada Allah Swt ya pak.

  5. Kopiah Putih berkata:

    Hati-hati untuk selalu bisa ber-amar ma’ruf dan nahi munkar.

    Termakasih, kang atas sharingnya dan salam hangat dari Bondowoso..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s