Beriman dan Berjuang

Masjid Syuhada, Jogja, Yogyakarta, foto Akhmad Muhaimin AzzetAllah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. al-Hujurât [49]: 15)

Iman yang benar adalah keyakinan dalam hati yang tanpa goyah sedikit pun oleh keraguan. Iman kepada Allah dan Rasul-Nya akan membuat seseorang mantap untuk melangkah dalam berjuang di jalan Allah, baik dengan harta maupun jiwa.

Keimanan membuat seseorang mempunyai prinsip dan berani memperjuangkan prinsipnya karena Allah Swt. dan Rasul-Nya. Bukan berarti orang yang demikian sifatnya keras dan kasar, sebab yang kuat itu imannya, prinsipnya, keyakinannya, lalu langkah-langkahnya dalam mempertahankan sekaligus memperjuangkan keimanannya.

Orang yang beriman secara demikian hidupnya akan dinamis sehingga mudah dalam meraih cita-cita dan kebahagiaan.

Semoga kita termasuk orang yang mempunyai keimanan yang kuat dan berani berjuang dengan sepenuh rasa iman kepada-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Iman dan tag , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Beriman dan Berjuang

  1. Lusi berkata:

    Memegang prinsip itu bukan berarti keras dan kasar ya ustadz? Terima kasih pencerahannya.

  2. setujuuu dengan pak Ustaz..berani memperjuangkan prinsipnya dengan jalan yang baik 🙂

  3. jampang berkata:

    aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

    sementara saat ini…. banyak prinsip yang lentur dan bahkan luntur

  4. susanti dewi berkata:

    Ya Allah…. semoga kita semua selalu berada dalam keimanan yang teguh dan kuat. Aamiin.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Alhamdulillah, demikianlah sifat orang beriman. Tidak pernah luntur semangat juang malah semakin diuji semakin kuat imannya. Lihat sahaja Bilal bin Rabah dan sahabat lainnya yang pernah menerima seksaan orang kafir Quraish. tetap teguh dengan iman walau nyawa jadi pertaruhannya.

    Sangat sedih dengan sikap umat Islam akhir zaman, hendak menutup aurat di tangan (bagi muslimah) sahaja tidak mampu diperjuangkan. Belum lagi menutupi seluruh tubuh mereka dengan jilbab yang menurut syariat. Yang lelakinya pula tidak segan dengan seluar pendeknya.

    Semoga Allah akan melindungi kita dari musibah yang tidak terduga. namun jika ujian itu datang pastinya untuk menambah iman kita di sisi-NYA. Firman Allah yang amat mengesankan: “Adakah kamu kata kamu beriman sedangkan kamu belum lagi diuji.”

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, semoga kita senang membaca kisah keteguhan para sahabat Nabi Saw. dalam menjaga keimanannya ya, Mbak Fatimah. Sungguh, ini bagian dari cara untuk menumbuhkembangkan motivasi dalam keimanan. Di samping tentu suka membaca al-Qur’an, hadits Nabi, sirah Nabi, dan buku-buku yang bermanfaat lainnya.

      Terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, atas tambahan semangat dan ilmunya melalui komentar di atas. Semoga kita termasuk orang yang diberi hidayah oleh Allah Swt. sehingga tetap teguh membawa iman di zaman akhir yang kian bising ini.

      Salam dari Jogja, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s