Manisnya Iman

manisnya iman, ibadah, shalat jamaah, akhmad muhaimin azzetDari Anas r.a., ia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda:

“Ada tiga hal yang barangsiapa mengamalkannya, maka ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran [setelah Allah menyelamatkannya] sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

Bagi orang yang beriman, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah segalanya. Cinta ini mengalahkan cintanya kepada yang lain; kalau ia mencintai orang lain pun hanya karena Allah Swt. Misalnya, dalam mencintai keluarga, tentu saja orang yang beriman mencintai keluarganya, akan tetapi cintanya kepada keluarga ini dalam rangka cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Orang yang beriman dengan sungguh-sungguh akan tetap kukuh dalam keimanannya dan sama sekali tak ingin menuju (kembali) kepada kekufuran. Orang yang demikian niscaya akan dapat merasakan betapa manisnya iman. Mukmin yang demikian dalam menjalani kehidupan akan senantiasa merasakan kebahagiaan.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Iman dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Manisnya Iman

  1. reni judhanto berkata:

    Nah… memang sulit untuk menempatkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya….

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Alhamdulillah, kita dilahirkan sudah mengenal Islam melalui keturunan kita yang beragama Islam. Maka selebihnya kita harus mencapai iman. Kemanisan iman hanya bisa dirasai apabila melalui ujian.

    Allah menjelaskan bahawa kita tidak dikatakan beriman selagi belum diuji. Maka, di sini Allah dapat menilai kita adalah kita mencintai-NYA lebih dari kita mencintai yang lain dalam hidup kita hingga sanggup berkorban nyawa untuk mempertahankan agama-NYA.

    Semoga kita di kalangan hamba yang beriman kepada Allah. aamiin.
    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, telah berkunjung sekaligus berkomentar di sini. Benar sekali, kita mesti bersyukur atas keislaman kita. Semoga ini semua menjadikan kita pun termasuk orang beriman yang baik. Allaahumma aamiin…

      Salam hangat dari Jogja 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s