Berpuasa Ramadhan Mendapatkan Balasan Istimewa

Islam, Makkah, puasa, Ramadhan, akhmad muhaimin azzetRasulullah Saw. bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan kebaikan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus lipat kecuali puasa karena ia untuk-Ku dan Aku mengganjarnya; ia tinggalkan syahwatnya dan makanannya karena-Ku. Bagi orang puasa ada dua kegembiraan: kegembiraan pada waktu berbuka dan kegembiraan pada waktu bertemu dengan Rabbnya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada kasturi.” (HR. Jamaah).

“Puasa adalah perisai. Karena itu, hendaknya ia tidak berkata kotor dan tidak bertindak bodoh. Apabila ada seseorang yang memerangi atau mencacinya, hendaknya ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ sebanyak dua kali. Demi Dzat yang jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada minyak misik. (Firman-Nya): ‘Dia meningalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Bukhari).

Berpuasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang istimewa, maka balasan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada orang yang mengerjakannya pun istimewa pula. Bahkan, saking istimewanya, Allah Swt. tidak menyebut sebagaimana balasan yang diberikan kepada orang yang melakukan ibadah lainnya yang diberikan kebaikan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat.

Secara lahiriah, berpuasa memang sulit untuk dipamerkan (riya’) kepada orang lain. Bahkan, apabila ibadah itu difoto, misalnya, dan foto itu bisa ditunjukkan kepada orang lain bahwa orang tersebut telah melakukan ibadah tertentu, maka hal ini bisa dilakukan pada shalat, membayar zakat, sedekah, atau haji. Namun, orang yang berpuasa atau tidak, di dalam foto tidak bisa dibedakan. Ini hanyalah analogi sederhana bahwa berpuasa memang berbeda.

Demikian pula dengan orang yang munafik, ia bisa berpura-pura menjalankan shalat bersama kaum Mukmin, misalnya, namun mereka akan merasa berat apabila berpura-pura mengerjakan puasa sebulan penuh dalam bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, marilah kita benar-benar menjaga ibadah puasa di bulan Ramadhan yang istimewa ini. Jangan sampai puasa kita rusak hanya gara-gara tidak bisa menjaga lisan, misalnya.

Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , . Tandai permalink.

22 Balasan ke Berpuasa Ramadhan Mendapatkan Balasan Istimewa

  1. El Nurien berkata:

    aamiin..
    Terima kasih, Pak.
    Semoga Allah mudahkan mengerjakan puasa sebulan penuh dan Allah lindungi dari hal-hal yang membatalkan puasa.

  2. naniknara berkata:

    Amiin….
    dan saya berharap, selama ramadhan tahun ini nanti, saya tidak mendadak mendapat jatah dinas luar. Biar bisa sebulan full menjalani puasa bersama keluarga

  3. adi pradana berkata:

    Smg puasa tahun ini lancar, amin ya rabbal alamin…

  4. inda chakim berkata:

    Puasa bentr lagi..ladang pahala dimana-mana…
    Smoga puasa kita tahun ini lancr mudah berkah n bs nabung banyak amal ibadah..amiinnn..
    Makasih sharingnya pak ustadz ngge
    🙂

    • Benar sekali, Mbak Inda Chakim, pintu surga dibuka lebar-lebar. Semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan yang luar biasa ini dengan baik.
      Sama-sama ya, Mbak, makasih juga telah berkunjung kemari yaa 🙂

  5. dani berkata:

    Aaah. Maturnuwun Pak Ustadz. 🙂
    Semoga kita bisa bertemu lagi Ramadhan tahun ini nggih Pak. 🙂

  6. jampang berkata:

    semoga ramadhan ini lebih baik. aamiin

  7. Terimakasih, jazakumullahu sudah mengingatkan, sebentar lagi Ramadhan tiba

  8. Asmadi berkata:

    Aamiin…
    Semoga Ramadhan ini penuh berkah, rahmad dan ampunan dari Allah SWT..

  9. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Alhamdulillah, Ramadhan hanya tinggal beberapa hari lain. Rasa rindu kembali bertamu untuk meraih keredhaan Allah dan rahmat-NYA yang luas sepanjang Ramadhan. Kita harus bersyukur kerana jika umur kita panjang untuk sampai ke Ramadhan ini, maka Allah masih memberi peluang untuk kita menambah amal buat bekal akhirat dan pertemuan dengan-NYA juga dengan Rasulullah SAW adalah yang paling dinanti dan dirindukan. Semoga Allah mengurniakannya kepada kita semua kesabaran dalam berpuasa. Aamiin.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb., Mbak Fatimah,

      Terima kasih banyak telah berkunjung kemari ya. Semoga Allah Swt. memberikan keberkahan kepada kita di bulan Sya’ban ini dan menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah kesempatan yang luar biasa. Semoga dosa-dosa kita di masa sebelumnya diampuni oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Aamiin…

      Salam takzim juga dari Jogja, Indonesia 🙂

  10. mumox berkata:

    Semoga dipertemukan Ramadhan tahun ini dan beramal dgn sebaik2nya..

  11. Revorma berkata:

    Assalamualaikum pak Akhmad.
    kalau misal saya pengen puasa sunah, tapi masih ada hutang puasa bulan Ramadhan(karena dulu sakit), apa saya harus membayar hutang puasa bulan Ramadhan dulu, atau boleh langsung puasa sunah ya?
    terima kasih jawabannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s