Lebih Baik dari Seribu Bulan

Islam, Ramadhan, Lailatul Qadar, seribu bulan, Madinah, akhmad muhaimin azzetAllah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr [97]: 1–5).

Di dalam bulan Ramadhan, selain diwajibkan puasa agar bisa meraih derajat takwa, ada anugerah yang besar di dalam salah satu malamnya, yakni malam Lailatul Qadar. Malam ini memiliki kebaikan lebih dari seribu bulan. Jangan sampai kita tidak mendapatkan malam itu.

Maka, pada setiap malam di bulan Ramadhan kita manfaatkan dengan beribadah sebaik-baiknya. Alangkah ruginya apabila kita tidak mendapatkan anugerah di malam Lailatul Qadar.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya bulan Ramadhan telah tiba kepada kalian, yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari memperoleh kebaikan malam itu, sungguh ia telah kehilangan seluruh kebaikannya. Dan tidaklah terhalang dari mendapatkan kebaikan malam itu kecuali orang yang malang.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Kapan Turun Lailatul Qadar?

Allah Swt. dan Rasul-Nya memang tak pernah memberikan informasi tepatnya kapan Lailatul Qadar itu terjadi. Hal ini barangkali penting agar umat Islam dapat berlomba-lomba mendapatkannya pada setiap malam di bulan Ramadhan.

Namun demikian, Rasulullah Saw. menyampaikan perkiraan kapan turunnya Lailatul Qadar berikut tanda-tandanya. Berkaitan dengan hal ini, marilah kita perhatikan sebuah hadits, yakni dari Ubadah bin Shamit r.a., ia bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Lailatul Qadar. Beliau Saw. bersabda:

“(Malam Lailatul Qadar) terdapat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada malam-malam ganjil: malam ke-21, 23, 25, 27, 29, atau pada malam terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Di antara tanda-tandanya adalah suasana malam itu akan sunyi, bersih, tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, seperti diteduhi oleh cahaya bulan, setan tidak diizinkan melemparkan bintang-bintang pada malam itu sampai pagi. Dan termasuk tanda-tandanya adalah matahari yang terbit pada pagi hari itu tidak terasa panas cahayanya, seperti bulan purnama. Pada saat itu, Allah melarang setan-setan muncul bersamanya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata bahwa sesungguhnya beberapa orang dari sahabat Nabi Saw. pernah melihat Lailatul Qadar di dalam tidurnya pada hari tujuh terakhir. Lalu, Nabi Saw. bersabda, “Aku melihat mimpi kamu itu tepat pada hari tujuh terakhir. Karena itu barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada hari tujuh terakhir.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, dan Abu Daud).

Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Apabila dalam hadits tersebut disampaikan kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan dan pada malam-malam ganjil atau pada hari tujuh terakhir, bukan berarti kita hanya beribadah pada malam-malam tersebut.

Pada setiap malam, bahkan semenjak malam pertama di bulan Ramadhan, kita sudah harus mulai menunggunya dengan banyak beribadah atau menghidupkan malam di bulan Ramadhan dengan shalat tarawih, tadarus al-Qur’an, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan melakukan i’tikaf di masjid. Dan, pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan, kita sangat penting untuk meningkatkan semangat kita dalam beribadah.

Demikianlah, semoga kita mendapatkan ridha-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Lebih Baik dari Seribu Bulan

  1. naniknara berkata:

    Amiin….
    semoga disampaikan umur kita untuk ketemu Ramadhan yang kurang lebih tinggal sebulan lagi

  2. kipss berkata:

    Semoga masih diberi kesempatan untuk meraihnya pada ramadhan mendatang, amin!

  3. salgadd berkata:

    Ibarat 80 tahun hidup didunia yang diisi ibadah sepanjang hidupnya.
    Jazakallah khair sharingnya, pak.

  4. Teras Maya berkata:

    Malam yang sangat mulia, yang pada fitrahnya setiap manusia mungkin ingin merasakannya. Tapi semuanya karena rahmat Allah SWT, jika Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita, lailatul qodar itu pasti akan di dapat. Untuk bisa mendapatkan rahmat-Nya yaitu salah satunya dengan cara berusaha untuk tetap istiqamah dalam segala kebaikan, tidak hanya di bulan ramadhan, tapi istiqamah setiap saat. Di bulan ramadhan nanti adalah waktu untuk semakin mengokohkan/memantapkan ke istiqomahan. Semoga kita seluruh umat Islam menjadi umat yang istiqamah & bersatu dalam kebaikan dan bisa mendapatkan curahan rahmat dari Allah SWT Yang Al Fattaah.

    Artikel nya sangat bermanfaat sekali, pak. Terimakasih.

    Salam,

    • Iya, Sob, mari kita berusaha bisa istiqamah dalam ketaatan dan amal shalih. Semoga dengan demikian kita mendapatkan rahmat Allah Swt., termasuk rahmat Lailatul Qadar. Sebuah malam yang penuh dengan kemuliaan dari-Nya. Semoga kita termauk hamba yang shalih dan mendapatkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Aamiin…

      Salam juga dari Jogja.

  5. Irly berkata:

    10 hari terakhir semakin banyak godaan, tahun lalu saya malah kaget dengar cerita teman yang kerja di rumah makan di samping Mall, semakin dekat lebaran malah semakin banyak yang datang makan karena kelelahan belanja… 😦

    Semoga Allah menjauhkan kita semua dari banyaknya godaan dunia..

    • Untuk mendapatkan anygerah yang besar memang banyak godaannya. Semoga kita tetap teguh iman di zaman yang yang kian bising ini. Terima kasih banyak ya, Mbak, atas tambahan informasinya.

  6. El Nurien berkata:

    tak terasa sudah mendekati bulan ramadhan, ya.

    mudahan Allah karuniakan bisa beribadah dengan baik dan mendapatkan malam lailatul qadar. Allahumma aamiin.

    • Iya, Mbak El Nurien, sekarang sudah bulan Sya’ban. Semoga Allah mengaruniakan kepada keberkahan dan menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan dari-Nya. Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s