Bila Tidak Berzakat

Mushala RSKIA Sadewa, Yogyakarta, foto Akhmad Muhaimin AzzetRasulullah Saw. bersabda:

“Tidaklah suatu kaum menolak zakat kecuali Allah menimpakan kepada mereka kemarau dan kelaparan.” (HR. Thabrani)

“Mereka tidak menolak zakat hartanya kecuali mereka menahan tetesan (hujan) dari langit, dan kalau bukan karena binatang, mereka tidak akan dihujani.” (HR. Ibnu Majah, Bazzar, dan Baihaqi)

“Tidaklah zakat itu bercampur dengan harta kecuali merusaknya.” (HR. Bazzar, Baihaqi, Ahmad, Nasa’i, dan Abu Daud)

“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, tetapi tidak menunaikan zakatnya, nanti di hari kiamat hartanya itu akan menjadi ular yang mempunyai dua titik hitam sebelah atas kedua matanya, kemudian ular itu dikalungkan ke lehernya dan menggigit pipinya. Katanya, ‘Inilah aku, harta yang kamu tumpuk-tumpuk dulu.” Kemudian Nabi Saw. membaca ayat, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat (QS. Ali ‘Imran [3]: 180)” (HR. Bukhari)

Sungguh, sama sekali tidak ada untungnya bagi orang yang mempunyai harta, tetapi tidak menunaikan zakatnya. Apabila harta yang semestinya dikeluarkan sebagai zakat itu masih bercampur dengan harta secara keseluruhan, keberadaannya bukan menambah harta, tetapi malah merusaknya. Orang yang mempunyai harta demikian akan jauh dari kebahagiaan yang sesungguhnya karena tidak ada keberkahan dalam hartanya. Belum lagi akibat yang akan ditanggung di kehidupan akhirat, sungguh betapa pedih dan mengerikan.

Semoga kita dan seluruh anggota keluarga termasuk orang yang dengan senang hati menunaikan zakat, senantiasa mendapatkan rahmat-Nya, dan di akhirat pun jauh dari siksa-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Bila Tidak Berzakat

  1. Sederhana namun dibutuhkan keberanian ya Pak untuk berzakat, tanpa harus menghitung waluapun sudah ada hitungan baku. Kata ust sih,,,,,, buat Tuhan ko hitung-hitungan, memang selama ini Tuhan menghitung nikmat yang telah kita terima ? he,, he, he,,, Makasih Pak atas pencerahannya.

    Salam

    • Iya, Pak Indra Kusuma Sejati. Sebagai bentuk syukur atas nikmat-Nya, maka kita yang mempunyai harta dan sudah masuk wajib zakat hendaknya berzakat sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Namun, bila ingin memberi dan memberi lagi, kita bisa berinfaq, shadaqah, dst. Sungguh, semoga kita semakin mendapatkan rahmat-Nya. Makasih banyak ya, Pak, atas kunjungannya yang luar biasa ini.

  2. jampang berkata:

    bayar zakat nggak ada kehebohan, jadi yah… banyak terlupakan

  3. angkisland berkata:

    Semoga saya diberi kesempatan berzakat kembali ustadz wah ngeri juga yah kalo hartanya banyak….

  4. Lusi berkata:

    Bener kang Azzet, seringkali saya merasa berat menyisihkan sebagian pendapatan mengingat capeknya kerja. Tapi begitu dapat musibah, berapapun yang saya punya jadi nggak berarti, seolah mau memberi semua asal keadaan kembali baik. Ketika berzakat saya mencoba mengingat kedua kondisi tersebut. Berzakat tak akan membuat saya miskin. Terima kasih sudah mengingatkan.

    • Iya, Mbak Lusi, kesadaran sekaligus keikhlasan dalam keimanan tentu berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman hidup. Sama-sama, Mbak, makasih banyak juga telah singgah kemari.

  5. Yuni andriyani berkata:

    Assalamu’alaikum mas AMA,

    Kadang saya berfikir bahwa hidup manusia mutlak mengikuti garis imajiner yang telah ditentukan oleh sang Khalik. Tak ada sedikipun daya upaya yang bisa dilakukan tanpa ijin-Nya. Hal ini juga menyaangkut kemampuan zakat tersebut. Artinya Mau atau tidaknya seseorang berzakat pada dasarnya manifestasi kehendak Allah pada orang tersebut.

    Kenapa orang tidak berzakat menurut saya karena ‘tidak’ mendapat hidayah untuk melakukannya walaupun mampu secara ekonomi. Bukankah ini sama dengan kasus kenapa ada laki-laki menyukai laki-laki, perempuan suka sesama perempuan. Semata-mata karena telah dicabutnya nikmat itu.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Benar sekali, Mbak Yuni, secara hakiki memang demikian. Tak ada sesuatu pun yang bisa bergerak tanpa izin-Nya. Sungguh betapa Maha Kuasa Allah ‘Azza wa Jalla. Akan tetapi, manusia juga diberikan akal, kemampuan, juga petunjuk-Nya, termasuk dalam hal ini melalui Nabi Muhammad Saw. yang mulia. Oleh karena itu, semoga kita dapat memilih yang sesuai dengan jalan-Nya. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah ke blog sederhana ini.

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….
    Mengeluarkan zakat merupakan satu kewajiban dari Rukun Islam. Maka, untuk memastikan rakyat menunaikan zakat, pihak pemerintah yang wajib mengingatkan rakyat. Namun begitu, setiap individu muslim juga bertanggungjawab mengingatkan diri sendiri. Harus difahami bahawa zakat bukan sekadar zakat fitrah namun banyak lagi harta yang perlu dizakatkan menurut kategorinya.

    Senang membaca pesan dan ingatan dari tulisan mas Amazzet. Semoga diredhai Allah SWT. Aamiin.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, makasih banyak ya, Mbak Fatimah. Iya, benar sekali, oleh karena itulah al-Qur’an membahasakan dengan “khudz” atau “ambillah” ketika membahas soal zakat ini di at-Taubah 103. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah dan menambahkan ilmu dalam postingan ini.

      Salam hormat dari Jogja, Indonesia.

  7. ilyasafsoh.com berkata:

    zakat sebagai sinergi sosial
    solusi terbaik dari Allah

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Selamat menyambut Hari Raya Aidil Adha…

    Bulan Zulhijjah bulan mulia
    Di sambut dengan hati gembira
    10 Zulhijjah kini menjelma
    Tangan dihulur maaf dipinta

    Maaf Zahir dan Bathin

    Salam Aidil Adha dari Sarikei, Sarawak
    SITI FATIMAH AHMAD

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah. Selamat Hari Raya Idul Adha juga. Semoga saudara-saudara kita yang berhaji lancar perjalanannya, khusyuk ibadahnya, dan dapat memperoleh haji mabrur. Semoga hewan kurban yang kita sembelih menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt. dan sesama. Tentu juga saya mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini kepada Mbak Fatimah. Semoga kita senantiasa dalam rahmat Allah Swt.

      Salam dari Jogja, Indonesia
      Akhmad Muhaimin Azzet

  9. Mechta berkata:

    semoga kita diberi kemudahan untuk selalu dapat menunaikan kewajiban berzakat ini ya pak…

  10. faziazen berkata:

    yang paling menggoda itu zakat di saat uang mepet..uangnya disimpan atau dizakatkan..teorinya dizakatkan sebagian, tapi setannya nyuruh uang itu disimpan saja..hmm..

  11. bukanbocahbiasa berkata:

    Semua postingan di blog ini mengingatkan akan esensi kita sebagai hamba Allah, yang tanpa daya, jikalau tidak mendapatkan izin dari-Nya.
    Maturnuwun sanget Ustadz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s