Golongan Orang yang Mendapatkan Petunjuk

Golongan orang yang mendapatkan petunjuk, masjid, Islam, akhmad muhaimin azzet, amazzetAllah Swt. berfirman:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS. at-Taubah [9]: 18)

Betapa bahagianya apabila hidup di akhir zaman yang kian banyak masalah ini kita digolongkan oleh Allah Swt. ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Orang yang mendapatkan petunjuk bukan berarti tak pernah menghadapi masalah, namun ia dapat mengadapi masalahnya dengan baik karena petunjuk-Nya. Orang yang mendapatkan petunjuk tentu hidupnya akan tenteram dan bahagia.

Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk menjadi orang beriman yang memakmurkan masjid agar termasuk orang yang mendapatkan petunjuk-Nya. Hal utama yang dapat dilakukan untuk memakmurkan masjid adalah dengan mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. Sungguh, betapa penting bagi kita untuk memerhatikan amalan mulia ini agar kita senantiasa hidup berbahagia dalam ridha Allah ‘Azza wa Jalla.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Golongan Orang yang Mendapatkan Petunjuk

  1. vizon berkata:

    Benar sekali Mas Azzet, shalat berjamaah di masjid adalah cara sederhana untuk memakmurkannya.. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang hatinya terpaut ke masjid ya Mas.. 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Masjid adalah tempat berkumpulnya umat islam sebagai satu syiar yang tinggi menunjukkan kekuatan Islam di mata dunia. Jika urusan berjemaah di masjid sahaja sudah kita lalaikan bagaimana sakitnya masyarakat islam di dalam kehidupan mereka. Sedangkan kita ketahui solat berjemaah itu diwajibkan atas lelaki keseluruhannya kecuali mereka yang mempunyai rukhsah atas keuzuran yang disepakati ulamak.

    Hal ini jelas dalam sebuah hadis Rasulullah SAW, bahawa jika boleh baginda menyiasat setiap rumah orang muslim ketika solat berjemaah dilangsungkan untuk mencari siapa yang tidak solat berjemaah di masjid akan dibakarnya rumah tersebut. Demikianlah kuatnya saranan Rasulullah menghendaki masjid itu dimakmurkan supaya kekuatan Islam terserlah dan petunjuk Allah memasuki hati mereka yang terikat dengan masjid.

    Semoga Islam menjadi tunjang kekuatan umat islam dan masjid menjadi markaz rohaninya.
    Salam hormat penuh takzim dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Benar sekali, Mbak Fatimah, bahwa kemakmuran suatu masjid hal yang pertama kali dapat dilihat adalah jamaah shalat fardhunya. Bahkan, dikatakan bahwa jika ada masjid banyak sekali kegiatannya semisal pengajian, lomba ini itu, pameran, dan lain sebagainya, namun jika shalat fardhunya tidak banyak tentu masjid seperti ini belum termasuk makmur dalam arti yang sesungguhnya.

      Semoga kita bersama keluarga dan para sahabat termasuk orang yang memakmurkan masjid ya, Mbak. Aamiin….

      Salam hormat dari Jogja.

      • Keadaan ini juga berlaku di Masjid di kampung saya, mas Amazzet. Banyak kegiatan/program yang dirancang dengan menjadikan masjid sebagai pusat aktiviti seperti Maulidur Rasul, Pertandingan Tilawah al-Quran, Pertandingan nasyid dan Marhaban atau ceramah di datangi ramai muslimin ketika ia berlangsung.

        Tetapi sebaliknya, apabila solat fardhu pada hari-hari biasa, tidak pula ramai yang datang. satu saf penuh pun tidak cukup.

        Mudahan pihak berwajib yang memegang peranan agama dalam masyarakat boleh memikirkan usaha mencari jalan menimbulkan minat ke masjid bukan dengan sebab adanya program tetapi sebagai satu tanggungjawab kepada Allah SWT seperti mana yang berlaku kepada Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

        Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  3. Ditter berkata:

    Biasanya pas Shubuh, masjid suka sepi. Tapi kalau Ramadhan, lebih ramai. Semoga semakin banyak orang yg sadar bahwa memakmurkan masjid sangat menguntungkan kita… 🙂

  4. ysalma berkata:

    Semoga keluarga kita termasuk golongan yang mendapatkan petunjuk,
    dan masjid selalu dimakmurkan di setiap waktunya ya Pak.

  5. kakaakin berkata:

    Kagum banget sama orang yang bisa konsisten ke masjid, Pak.

  6. myra anastasia berkata:

    sebetulnya caranya sangat sederhana, ya. Hanya rajin beribadah di masjid.

  7. Yos Beda berkata:

    Postingan yang sangat mengisipirasi mas, semoga kita semua diberikan petunjuk untuk selalu berjalan di jalan yang lurus ya O:)

  8. Dunia Ely berkata:

    Postingannya menjejukkan hati pak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s