Mengangkat Derajat dan Menghapus Kesalahan

Mengangkat derajat dan menghapus kesalahan, foto Akhmad Muhaimin Azzet, amazzet, Jombang, JogjaMa’dan bin Abi Thalhah berkata:

“Aku pernah menemui Tsauban, budak yang dimerdekakan Rasulullah Saw., lalu kutanyakan, ‘Katakanlah kepadaku tentang perbuatan yang dapat kulakukan, yang dengannya Allah dapat memasukkan aku ke surga.’ Atau ia bertanya, ‘Tentang perbuatan yang paling dicintai Allah.’ Kemudian ia (Tsauban) diam. Lalu, kutanyakan lagi, dan ia tetap diam. Kutanyakan yang ketiga kalinya, akhirnya ia menjawab, ‘Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang hal itu. Beliau menjawab, ‘Hendaknya kamu memperbanyak sujud, karena tidaklah kamu bersujud sekali sujud kepada Allah, melainkan Allah mengangkat derajatmu dan menghapuskan kesalahanmu.” Ma’dan berkata, “Kemudian aku datangi Abu Darda’ dan kutanyakan kepadanya. Ia menjawab seperti jawaban Tsauban kepadaku.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Saudaraku tercinta, setiap orang pasti mengharapkan kemuliaan dalam hidupnya. Sungguh, tak ada satu pun yang menginginkan hidup dalam keadaan terhina. Sementara setiap orang pastilah juga mempunyai kesalahan. Alangkah indahnya jika dengan bersujud kepada Allah Swt. dalam shalat ternyata bisa mengangkat derajat dan menghapuskan kesalahan.

Inilah resep luar biasa dari junjungan kita Nabi Muhammad Saw. yang semestinya kita sambut dengan hati yang gembira; kita tindak lanjuti dengan dengan kesungguhan hati agar hidup kita mendapatkan kemuliaan.

Semoga kita termasuk orang yang suka dalam bersujud kepada-Nya. Ada kerinduan antara shalat yang satu dengan shalat yang berikutnya. Kita berusaha menjaga kerinduan itu dengan senang berwudhu dan berdzikir dengan bahagia. Dan saat waktu shalat tiba, kita juga berbahagia bersujud kepada-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , , . Tandai permalink.

36 Balasan ke Mengangkat Derajat dan Menghapus Kesalahan

  1. Ditter berkata:

    Subhanallah… tulisan yang sangat menginspirasi, Ustadz. Menggambarkan betapa nikmatnya shalat, khususnya tatkala bersujud, menyembah Allah SWT….

  2. niaharyanto berkata:

    Aamiin… terima kasih sudah diingatkan, Mas…

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Sudah hadir mengisi komentar di hari pertama posting ini diluncurkan. Ternyata rejeki tidak menyebelahi apabila tiba-tiba link jadi “hang” dan semua komentarnya bubar terkubur lesap.

    Sujud merupakan tanda tunduk dan sifat kehambaan kita kepada Allah SWT. Maka sesiapa yang sujud menyembah Allah SWT kerana semata-mata menuruti perintah-NYA, maka kemuliaan di sisi-NYA akan diperolehi.

    Inilah yang dilakukan para malaikat kepada perintah Allah saat dikehendaki sujud kepada Adam a.s. lalu kedudukan mereka ditinggikan di sisi Allah. Berbeda dengan Iblis yang engkar dan sombong atas perintah Allah dengan menidakkan apa yang sepatutnya diikuti dari arahan-NYA. Lalu Iblis direjam dan dihina kedudukannya.

    terima kasih mas sudah mengingat pesan hadis yang sangat menginsafkan diri untuk selalu bersujud kepadanya baik di dalam solat mahupun di luar solat. semoga beroleh kesihatan yang baik dan dilindungi oleh-NYA. Aamiin.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, telah berkunjung dan berkomentar di sini. Meski, pada kunjungan pertama ada masalah dengan link internetnya ya.

      Demikianlah Allah Swt. mengajarkan kepada kita agar merendahkan kepala kita dalam bersujud kepada-Nya, menyembah Dzat Yang Maha Tinggi, maka kemuliaan akan dianugerahkan oleh-Nya. Sungguh, semoga kita menyambut ini dengan gembira sekaligus ikhlas hati. Bukan karena yang lain, apalagi perkara dunia, tapi hanya untuk meraih ridha Allah Swt.

      Salam hormat juga dari Jogja ya, Mbak 🙂

  4. nuzulularifin berkata:

    Ramaikan masjid minimal dengan 5 kali sholat wajib berjamaah. Sebagai tanda (sedikit) rasa syukur kita. 🙂

  5. ysalma berkata:

    sujud itu ternyata tetap untuk keperluan kita sebagai hamba-Nya ya Pak.

  6. izzawa berkata:

    saya merasa paling dekat dengan Allah ketika saya sujud ustadz….

  7. cumilebay.com berkata:

    Bismillah … semoga aku bisa selalu merindu dan melaksanakan sujud menghadap Allah 🙂

  8. Wahyu berkata:

    mari bersama menjaga keimanan kita 🙂

  9. Mechta berkata:

    Maturnuwun sampun diemutaken, Ustadz… 🙂

  10. Susanti Dewi berkata:

    Aamiin… semoga kita termasuk ke dalam org2 yg suka bersujud kepada Allah.

  11. sariwidiartirti berkata:

    “Semoga kita termasuk orang yang suka dalam bersujud kepada-Nya”

    mengaminkan doannya 🙂
    inspiratif Pak, tulisannya 🙂

  12. kakaakin berkata:

    Harus banyak-banyak merendahkan diri ya, Pak. Merendahkan diri di hadapan Allah Ta’ala …

  13. benar jangan selalu menyombongkan diri selalu benar dan merasa dirinya itu lebih hebat karna itu tidak baik . terimakasih postingannya

  14. emmachan24 berkata:

    memperbanyak sujud membuat hati tenang juga yah pak,,
    nice posting 🙂

  15. duniaely berkata:

    Postingannya selalu menyejukkan pak, terimakasih 🙂

  16. Putri berkata:

    Assalmu;alikum, berkunjung kemari sambil menyimak artikel yang bermanfaat ini

  17. Riri berkata:

    Assalamu’alaikum, blog yang menyejukan hati, jd nayman berlama2 disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s