Orang yang Shalat adalah Orang yang Bersih

Shalat, masjid, Akhmad Muhaimin Azzet, amazzetRasulullah Saw. bersabda:

“Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa bersihnya tubuh seseorang yang dalam sehari mandi sebanyak lima kali. Demikianlah perumpaan orang yang mengerjakan shalat fardhu. Shalat yang dikerjakannya akan membersihkan jiwanya dari dosa-dosa.

Betapa indahnya kehidupan orang yang mengerjakan shalat itu. Bila jiwa seseorang telah dibersihkan dari dosa-dosa maka ia telah menemukan jalan yang sangat mulus untuk bisa merasakan kebahagiaan.

Dengan demikian, shalat fardhu sehari lima kali sangat penting untuk kita kerjakan dengan baik. Sebab, diri yang masih terpeleset berbuat khilaf dan dosa ini akan dibersihkan kembali dari noda. Bila jiwa telah bersih, maka ada kekuatan untuk enggan melakukan perbuatan dosa lagi.

Pertanyaannya: bila shalat telah dikerjakan, tapi mengapa berbuat dosa kok terasa ringan saja? Berarti shalatnya masih belum sungguh-sungguh. Shalatnya masih belum baik. Oleh karena itu, mari kita kerjakan shalat dengan sungguh-sungguh. Secara lahir bergerak mengerjakan syariat shalat (termasuk bacaan doanya); secara batin membangun kesadaran benar-benar menghadap Allah Swt.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , . Tandai permalink.

38 Balasan ke Orang yang Shalat adalah Orang yang Bersih

  1. pudjaku berkata:

    siap laksanakan,
    semoga dijauhkan dari shalat yang lalai ya ustdz 😦

  2. Muna Sungkar berkata:

    Semoga salat kita senantiasa terjaga ya pak ustdz jd ga cuma bersih raga tp jg jiwa 🙂

  3. luxi89soulmate berkata:

    aku selalu susah berkosentrasi dlm sesuatu..termasuk khusyuk dalam sholat..selalu banyak hal yang berseliweran dlm kepalaku, meski aku tidak memintanya muncul..
    gimana solusinya?

  4. Ujang Sundana berkata:

    Tulisan pendek namun mencerahkan. Saya jadi sedikit merenung nih Pa Ustadz, seandai di negeri ini yang mayoritas muslim dan seluruhnya mengerjakan shalat dengan sungguh, betapa akan bersih negeri ini dari, misalnya, wabah korupsi yang kian membahana ini.
    Salam kenal Pa Ustadz. Sering berkunjung kemari, baru sekarang saya memberanikan diri untuk berkomentar.
    Mohon kiranya diterima salam persahabatan dari saya seorang pekerja pabrik dari Bekasi…

    • Memang demikianlah, Kang Ujang Sundana, betapa shalat bisa membuat akhlak mushalli (pelaku shalat) menjadi baik. Salam kenal juga ya, Kang. Sungguh makasih banyak atas persahabatan melalui blog ini.

  5. Nunu El Fasa berkata:

    Alhamdulillah baru nemu blognya saya ustad. Ngingetin saya belum isyaan, monggo ustad… lanjut nanti 🙂

  6. Pakies berkata:

    Tuh dia Pak, inilah yang saya gunakan sebagai patokan dalam hidup ini. Jika saya masih belum bisa menjalankan QS 29:45, berarti masih ada yang salah dengan shalat saya.

  7. Bila ditarik kesimpulan benang merah Sholat adalah doa, doa merupakan komunikasi dengan Tuhan, dengan komunikasi haruslah bersih dan jernih, Tanpa kesucian, kita tidak akan bisa mendapatkan kejernihan ya pak.

    Salam

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Alhamdulillah, beruntungnya kita dilahirkan muslim. Segala tatacara hidup telah diatur Allah SWT dengan begitu indah dan meriah bagi menjadikan kita hamba yang selalu terjaga tingkah dan hati. Malah, keersihan sebahaian dari iman. Kerana itu untuk mendirikan solat harus bersih lahir bathin agar ibadahnya diterima Allah SWT.

    Pesan yang bermakna untuk kita mengoreksi diri dalam bab khusyuk solat kerana ramai yang masih lalai saat bersolat termasuk saya. Mudahan dengan memahami kaifiyat solat yang khusyuk akan menambah kebaikan dalam pelaksanaannya.

    Salam takzim mas Amazzet dan didoakan sihat sejahtera bersama keluarga di penhujung pekan ini. 😀

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, jauh-jauh dari Serawak, Malaysia, telah berkunjung kemari. Semoga silaturahim ini mendapatkan ridha dan rahmat-Nya.

      Alhamdulillah, tentu anugerah iman dan Islam ini perlu kita syukuri dengan sebaik-baiknya. Salah satu caranya adalah berusaha kita melaksanakan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh. Termasuk dalam membangun kekhusyukan di dalam shalat. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapat anugerah bisa khusyuk di dalam shalat.

      Salam takzim juga dari Jogja.

  9. mandor berkata:

    sholat yang bisa membersihkan hati dan tingkah laku. Bahwa sabda Rasulullah hanya menyinggung dosa saja, namun di balik itu, sholat barus bisa mengubah pelakunya menjauhi dosa juga.
    Terima kasih ustad atas wejangannya

  10. abifasya berkata:

    Ustadz Berkata : “bila shalat telah dikerjakan, tapi mengapa berbuat dosa kok terasa ringan saja? Berarti shalatnya masih belum sungguh-sungguh”
    Bener ustadz setuju kebanyakan diantara ummat ini (waminhum ana), shalatnya tentu masih belum sungguh2 karena masih STMJ, naudzubillah.

    • Oleh karena itu, mari kita saling mengingatkan dan mendoakan ya, Mas Abifasya. Semoga kita bisa shalat dengan sungguh-sungguh, baik lahir dan batin. Sehingga, kelakuan kita sejalan dengan orang-orang yang shalat. Dan, semoga shalat kita diterima oleh Allah Swt.

  11. ditter berkata:

    Orang yg shalat adalah orang yg bersih. Baik bersih fisik maupun bersih hati ya, Ustadz, hehe…

    Tubuh kita akan tetap kotor kalau mandinya nggak sungguh-sungguh. Begitu pula, hati kita juga belum bersih kalau belum melaksanakan shalat dengan sungguh-sungguh…. Kurang lebih analoginya begitu, ya….

    • Iya, Mas Ditter, kurang lebih analoginya begitu.
      Semoga kita termasuk orang yang bisa shalat dengan sungguh-sungguh.
      Semoga bersih lahir dan batin kita, sehingga kita menjadi hamba yang dekat dengan-Nya.

  12. terimakasih buat pencerahannya kang

  13. dedekusn berkata:

    Orang yang shalat orang yang bersih, bersih fisik karena harus suci & bersih hati brserah diri pada sang Khalik. Semoga kita termasuk orang yang shalat dengan sungguh-sungguh, semoga berharap kualitas kita selalu lebih baik, bukan hanya jadi tukang shalat.
    Terima kasih pencerahannya ustadz.

    • Semoga kualitas shalat kita semakin baik ya, Mas Dedekusn, sehingga kehidupan kita di hadapan Allah Swt. pun semakin bernilai baik. Sungguh makasih banyak juga telah singgah kemari yaaa.

  14. bundadontworry berkata:

    Semoga Allah swt membantuku untuk tetap menjaga sholatku, aaamiin
    terimakasih telah berbagi tulisan yang ndah ini, Pak Ustadz…

    Salam

  15. anna berkata:

    Jujur, saya sering tidak khusyuk ketika sholat mas Azzet.. Piye ya mas?
    Semoga Allah berkahi kita dengan khusyuk ibadah, doa yang tidak tertolak, dan ilmu yang manfaat.. Aamiin..

    • Saya sendiri sedang belajar untuk itu, Mbak Anna. Di antara langkah-langkahnya adalah memperbaiki wudhu kita, lalu berjalan dengan senantiasa ingat kepada-Nya menuju tempat shalat, berniat dengan benar, berusaha memahami setiap apa yang kita ucapkan, dan membangun kesadaran bahwa Allah Maha Melihat setiap hal yang kita lakukan, termasuk pada saat kita shalat ini. Semoga doa dan harapan kita dikabulkan ya, Mbak, Allaahumma aamiin…

  16. belajar online berkata:

    sholat dapan menjadikan kita pribadi yang bersih ya ustad.

  17. kl sy berbeda dg judul di atas. ini jujur tanpa ada tendensi apa2. sy sholat terus karena merasa saya masih kotor, masih banyak dosa, dan sering lupakan nikmat dari Allah. Jadi sy laksanakan sholat krn belum pernah merasa bersih shgg sy terpacu untuk sholat sesuai tuntunan. semoga sy peroleh kebersihan sejati ya Allah. sebab hanya Allah yang mengetahui kebersihan sy yg sebenarnya

    • Benar sekali apa yang Sahabat Ki Setyo Harjodarsono tuliskan, dari sisi sang mushalli, atau orang yang melakukan shalat, atau kita selaku hamba-Nya, hendaklah senantiasa ada perasaan masih kotor, masih dosa, sering lupa tidak mensyukuri nikmat-Nya, dst. Itulah sebab kita perlu mencontoh Nabi Saw. bahkan dalam sehari perlu memohon ampunan atau membaca istighfar tidak kurang dari 70 atau 100 kali. Berangkat dari pemahaman yang demikian, maka perlu kita shalat, agar diri yang masih kotor ini agar dikaruniai bersih oleh Allah Swt., sebagaimana hikmah shalat dalam hadits di atas. Apakah shalat kita pasti diterima? Apakah kita sudah bersih karena shalat? Tentu hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Oleh karena itulah, penting bagi kita untuk terus berharap dan memohon kepada-Nya. Demikian ya, Sob, dan terima kasih atas tanggapannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s