Kesaksian yang Dahsyat Seorang Muslim

Islam, Shalat di masjid, Akhmad Muhaimin Azzet, amazzetRasulullah Saw. bersabda:

“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah….” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Nabi Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, kalimah-Nya yang diletakkan dalam diri Maryam, dan Ruh dari-Nya, juga bersaksi bahwa surga dan neraka adalah haq, maka ia dimasukkan ke dalam surga oleh Allah sesuai dengan amal perbuatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, maka Allah mengharamkan badannya untuk disentuh api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Jibril datang untuk memberi kabar gembira kepadaku, ‘Siapa saja dari umatmu yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia masuk surga.” Aku (Abu Dzar) bertanya, “Meskipun ia berzina dan mencuri?” Rasulullah Saw. menjawab, “Meskipun ia berzina dan mencuri.” Aku bertanya lagi, “Meskipun ia berzina dan mencuri?” Rasulullah Saw. menjawab, “Meskipun ia berzina dan mencuri.” Kemudian pada kali yang keempat, Rasulullah Saw. bersabda, “Baik Abu Dzar senang atau tidak senang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dua perkara yang pasti.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah dua perkara itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah Saw. menjawab, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah maka ia pasti masuk neraka, dan barangsiapa mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun maka ia pasti ia masuk surga.” (HR. Muslim)

Dua kesaksian saja, akan tetapi bisa membawa pengaruh yang dahsyat dalam kehidupan seorang Muslim, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya. Inilah yang dinamakan syahadatain. Dua kesaksian ini merupakan sumber sistem hidup bagi seorang Muslim. Namun, kenyataannya, tidak sedikit orang yang sudah bersyahadat, akan tetapi tidak tampak perubahan dalam hidupnya, bahkan malah ada yang tidak mengerjakan syariat Islam dengan baik. Orang yang demikian, kesaksiannya belum berangkat dari kesadaran hati yang sesungguhnya atau tidak bisa menjaga kesaksiannya agar tetap konsisten dalam jalan yang diyakininya. Di sinilah sangat penting bagi setiap orang Islam untuk membangun kesadaran dalam syahadatnya, sehingga hidupnya di dunia selaras dengan petunjuk Allah dan bimbingan Rasul-Nya.

Kesaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. akan membawa seorang Muslim patuh dan tunduk hanya kepada Allah Ta’ala saja. Demikian pula kesaksian bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya akan membawa seorang Muslim untuk taat kepada Rasulullah Saw.

Allah Swt. berfirman, “…Keputusan (semua hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 40)

“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah….” (QS an-Nisâ [4] 80)

Seorang Muslim yang telah bersyahadat dan menjaga syahadatnya dalam kehidupan sehari-hari maka ia akan sepenuhnya menggunakan hidupnya dalam rangka mengabdi kepada Allah Swt. Muslim yang demikian tidak pernah setengah hati dalam melakukan sesuatu; aktivitas hidupnya dikerjakan dengan penuh totalitas. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. sebagai berikut:

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. al-An’âm [6]: 162-163)

Demikianlah betapa dahsyat pengaruhnya dua kesaksian ini bagi kehidupan seorang Muslim. Semoga kita termasuk orang yang bisa menjaga shahadat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa mendapatkan ridha Allah Swt.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Tentang Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Bekerja juga sebagai editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Kesaksian yang Dahsyat Seorang Muslim

  1. cumilebay.com berkata:

    “Seorang Muslim yang telah bersyahadat dan menjaga syahadatnya dalam kehidupan sehari-hari maka ia akan sepenuhnya menggunakan hidupnya dalam rangka mengabdi kepada Allah Swt.”

    Kalimat diatas bener2 serasa menampar2 diri ku, kayak nya gw harus kembali lebih mendekatkan diri nich 😦

    • Begitu ya, Mas Cumilebay, makasih banyak ya, telah singgah di blog sederhana ini.
      Sama kok, Mas, saya juga harus terus berusaha untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

      Salam hangat dari Jogja yaa… 🙂

  2. Mekanik Komputer berkata:

    kalimat syahadat adalah kunci pintu surga

  3. Topics berkata:

    semoga kita wafat dalam keadaan khusnul khotimah..
    sekarang yang jadi pertanyaannya apakah kita berani terang2an mencicipi neraka dulu?
    Nastaghfirulloh

  4. Syahadat lisan dan tindakan , aamiin 🙂

  5. dedekusnpeace berkata:

    Subhanallah…
    Terima kasih telah berbagi, Terima kasih telah diingatkan. Kesaksian yang sangat dahsyat.
    Salam takzim, salam kenal.

    • Subhanallah walhamdulillah…
      Sama-sama, terima kasih juga ya, Mas Dedekusnpeace, telah singgah ke blog sederhana ini. Semoga bermanfaat untuk kita bersama.
      Salam takzim dan kenal juga ya.

  6. ditter berkata:

    Dua kalimat syahadat…. Singkat, tapi pengaruhnya sungguh dahsyat. Subhanallah….

  7. kang haris berkata:

    Syahadat yang menentukan ya Pak
    Tentu syahadat bukan sekedar ucapan asal di lisan
    Mohon bimbingannya selalu 🙂

  8. Ripiu berkata:

    Terima kasih telah diingatkan kembali pak. Semoga kita semua tetap bisa istiqomah sampai ajal menjemput.

  9. khoirudin berkata:

    tanya mas, kenapa banyak orang hanya bisa melafadzkan syahadat tapi ngga bisa melaksankan ibadah wajibnya padahal dia tau klo itu dosa, terima kasih

    salam hangat

  10. semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersaksi akan keesaan Sang Khaliq dan menjadi hamba-NYA yang setia hingga akhir zaman

  11. farizalfa berkata:

    semoga kita termasuk orang2 yg selalu terhindar dari menyekutukan Allah.. 🙂
    semoga kita menjadi manusia yang lebih baik kedepannya.

  12. Myra Anastasia berkata:

    setelah bersaksi semoga dilanjutkan dg perbuatan. Ya, kan Mas? 🙂

  13. anna berkata:

    Assalamualaikum mas Azzet 🙂
    syahadat secara lisan pasti kita baca setiap hari.. ketika sedang sholat. hanya saja kadang ketika baca, hanya lewat saja.. pikiran entah ke mana.. termasuk saya..
    syahadat seharusnya tidak hanya di lisan, tapi juga hati dan tindakan..
    terima kasih sudah mengingatkan 🙂

    • wa’alaikumusalamwr.wb., Mbak Anna
      Saya juga dalam belajar untuk bisa menyelaraskan antara lisan, hati, perbuatan. Oleh karena itu, mari saling mengingatkan dan mendoakan ya, Mbak. Sungguh, makasih juga telah singgah kemari 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s